
Minyak Mentah Menguat, Hormuz Jadi Pemicu Gejolak
Harga minyak mentah menguat menuju US$103 per barel pada Selasa (15/09) setelah perdagangan awal pekan yang penuh gejolak. Investor masih mencermati risiko
Dapatkan rangkuman pergerakan harga global, data ekonomi, dan isu geopolitik secara real-time untuk keputusan trading yang akurat.

Harga minyak mentah menguat menuju US$103 per barel pada Selasa (15/09) setelah perdagangan awal pekan yang penuh gejolak. Investor masih mencermati risiko

Harga emas bergerak di sekitar US$4.300 per troy ounce pada Selasa (15/09), mendekati level terendah dalam lima pekan. Tekanan terhadap emas meningkat

Harga perak mengawali pekan dengan pergerakan lesu dan cenderung mendatar di atas US$64,00 pada sesi Asia. Investor memilih menahan posisi sambil menunggu

Harga minyak mentah berhenti menguat dan bertahan di sekitar US$100 per barel setelah media pemerintah Iran melaporkan rencana pertemuan dengan negara-negara Teluk

Harga emas kembali menguat ke sekitar US$4.370, naik 1,20% setelah sempat menguji US$4.400. Pemulihan ini didukung pelemahan Dolar AS, penurunan imbal hasil

Harga perak bergerak di sekitar US$64 per ons pada Jumat (11/09) setelah anjlok lebih dari 5% pada sesi sebelumnya. Tekanan muncul menjelang

Harga emas mencoba pulih dari area US$4.300 setelah menyentuh level terendah dalam satu setengah pekan. Namun, ruang penguatan masih terbatas karena data

Harga minyak mentah WTI kembali menguat menuju US$103 per barel pada Jumat (11/09) dan berpotensi mencatat kenaikan lebih dari 12% dalam sepekan.

Harga Perak bergerak naik ke sekitar US$67,60 pada sesi Asia, Kamis (10/09), didukung pelemahan Dolar AS menjelang rilis data Indeks Harga Produsen