
Emas Bertahan Kuat di Tengah Data Tenaga Kerja AS dan Gejolak Geopolitik Global
Emas diperdagangkan di atas level sekitar $4.470 per ounce, setelah menguat tajam sesi sebelumnya didorong oleh minat tinggi terhadap aset pelindung nilai

Emas diperdagangkan di atas level sekitar $4.470 per ounce, setelah menguat tajam sesi sebelumnya didorong oleh minat tinggi terhadap aset pelindung nilai

Pemerintahan Donald Trump kembali memicu ketegangan geopolitik setelah mengonfirmasi rencana pertemuan dengan Denmark untuk membahas potensi akuisisi Greenland. Isu ini mencuat di
Harga perak melemah dan turun di bawah level USD 77 per ons pada perdagangan Kamis (08/01), melanjutkan tekanan dari sesi sebelumnya. Momentum
WTI Terus Melemah Karena Pasokan Berlimpah dari VenezuelaWest Texas Intermediate (WTI) kembali jatuh untuk hari kedua berturut-turut, dipicu kekhawatiran pasar terhadap pasokan
Harga emas melemah ke kisaran USD 4.440 per ons pada Kamis (08/01), melanjutkan penurunan dari sesi sebelumnya seiring pelaku pasar mencermati data
Bank Sentral China kembali mencuri perhatian pasar setelah memperpanjang aksi akumulasi emasnya selama empat belas bulan berturut-turut. Data terbaru menunjukkan People’s Bank
Harga perak terkoreksi turun di bawah USD 81 per ons pada Rabu (07/01), menghentikan reli tiga hari berturut-turut. Koreksi ini terjadi seiring
WTI Turun Jelang $56 per Barel Usai Pernyataan TrumpHarga minyak mentah Amerika Serikat, West Texas Intermediate (WTI), melemah lebih dari 1% dan
Harga emas terkoreksi turun dibawah $4.480 per ounce pada hari Rabu (07/01)setelah reli dua hari berakhir, karena pelaku pasar mulai mengabaikan risiko