Harga minyak WTI terlihat melemah setelah gagal mempertahankan struktur bullish yang terbentuk di dalam rising wedge dan kini bergerak turun menuju area demand sekitar $58.00 – $57.50. Penembusan garis tren serta perubahan karakter harga (ChoCH) mengindikasikan berkurangnya dominasi buyer, sehingga pasar mulai merespons tekanan jual yang muncul dari area penolakan mendekati level $59.42, yang merupakan zona retest potensial jika terjadi pullback sebelum melanjutkan penurunan.
Level $59.42 juga selaras dengan retracement Fibonacci di sekitar 61.8% sehingga area tersebut berpotensi menjadi titik ideal bagi seller mencari momentum entry saat harga melakukan penarikan ke atas. Jika penolakan kembali terjadi di zona tersebut, pasar berpeluang melanjutkan pelemahan menuju area demand tepat di bawah $58.00, dan skenario lanjutan dapat menguji support lebih dalam mendekati $57.05 yang menjadi target jika tekanan bearish semakin kuat.
Namun demikian, jika buyer mampu mempertahankan area demand pertama dan muncul reaksi yang kuat lewat pembentukan struktur higher low baru, maka potensi reversal jangka pendek dapat terjadi dengan target retest kembali ke zona penawaran. Dengan demikian, peluang trading saat ini lebih condong ke strategi sell on rally sambil tetap mewaspadai sinyal pantulan kuat di area demand yang dapat memicu perubahan sentimen pasar.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.