Harga minyak WTI melemah mendekati area lima puluh delapan dolar per barel pada Jumat (21/11), mencatat penurunan tiga sesi beruntun dan menuju kerugian mingguan. Tekanan muncul setelah Presiden Volodymyr Zelenskiy memberi sinyal kesiapan membuka kembali pembicaraan damai, yang memicu spekulasi kemungkinan meningkatnya pasokan energi global jika ketegangan mereda. Rancangan kesepakatan yang melibatkan AS dan Rusia disebut mencakup kompromi wilayah serta potensi pencabutan sanksi.
Isu tersebut memunculkan kekhawatiran pasar terhadap peluang naiknya ekspor minyak Rusia, yang dapat memperbesar risiko kelebihan suplai. Meski begitu, sejumlah diplomat Eropa masih meragukan kesepakatan dapat tercapai dalam waktu dekat. Ketidakpastian ini membuat pelaku pasar berhati-hati dalam menilai arah harga berikutnya.
Di sisi lain, sanksi AS terhadap dua raksasa energi Rusia mulai berlaku hari ini dan dapat membuat jutaan barel minyak tertahan di laut. Situasi ini memaksa beberapa negara, termasuk India yang bergantung pada minyak diskon Rusia, mencari pasokan alternatif. Dinamika geopolitik dan gangguan suplai ini menjadikan pergerakan WTI tetap sensitif terhadap berita baru dalam waktu dekat.
USOIL SPOT– Technical Analysis

OPINI ANALIS TRAZE
Harga minyak WTI masih berada dalam tekanan setelah kembali tertolak dari area supply. Gerakan ini menunjukkan penjual masih dominan dan menjaga harga tetap dalam tren turun.
Saat ini harga berpotensi melakukan pullback ke zona supply terdekat sebelum melanjutkan pelemahan menuju area demand besar di bawah. Selama resistance tidak ditembus, bias bearish tetap kuat.
Reaksi harga di area demand akan menjadi penentu arah berikutnya. Jika muncul dorongan beli, harga bisa memantul. Namun bila ditembus, penurunan bisa berlanjut lebih dalam.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.