WTI crude kembali menguat lebih dari 2% menuju $60 per barel pada Jumat (14/11), menandai potensi akhir dari tren penurunan dua minggu. Lonjakan ini dipicu meningkatnya risiko pasokan akibat sanksi Amerika Serikat yang segera berlaku. Menjelang aturan baru tersebut, Lukoil PJSC mulai memangkas tenaga kerja di jaringan perdagangan minyak globalnya, menjadi salah satu dampak awal yang paling terlihat dari kebijakan yang akan diterapkan pada 21 November.
Di saat yang sama, pasar menghadapi gangguan logistik akibat hampir sepertiga ekspor minyak Rusia berpotensi tertahan di kapal tanker. Proses pemuatan ulang yang lebih lambat serta keputusan India dan Tiongkok menghentikan pembelian minyak Rusia memperburuk ketidakpastian. Kondisi ini memicu kekhawatiran mengenai potensi hambatan distribusi global dalam jangka pendek.
Meski demikian, tekanan bearish tetap dominan setelah IEA memperingatkan penumpukan pasokan yang kian besar. Lembaga tersebut memperkirakan suplai global melampaui permintaan hingga 2,4 juta barel per hari tahun ini dan mencapai 4 juta barel pada tahun berikutnya. OPEC juga mencatat surplus pada kuartal ketiga, sementara peningkatan produksi AS dan kenaikan stok terbaru semakin mempertebal sinyal kelebihan pasokan di pasar minyak dunia.
USOIL SPOT– Technical Analysis

OPINI ANALIS TRAZE
Harga WTI memantul kuat dari area Golden Ratio 61.8% yang menjadi titik reaksi penting dalam tren turun. Pantulan ini menunjukkan buyer mulai masuk setelah harga menyentuh batas bawah kanal, memberi sinyal kemungkinan pembalikan jangka pendek.
Jika kenaikan berlanjut, target terdekat berada di zona 59.9 – 60.8. Struktur pergerakan juga menunjukkan tanda perubahan arah melalui pola CHoCH, sehingga peluang harga membentuk higher low cukup besar selama tetap bertahan di atas 58.4.
Kenaikan lebih tinggi berpotensi menguji area Supply 61 – 62.3 yang menjadi batas atas kanal. Zona ini diperkirakan memicu penolakan seller. Namun, jika berhasil ditembus, tren turun bisa beralih menjadi bullish. Jika gagal bertahan di area pantulan, harga mungkin kembali turun ke area Demand 56 – 57.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.