Harga minyak mentah WTI bergerak stabil di kisaran USD 58,2 per barel pada Selasa (06/01), usai sesi perdagangan yang bergejolak sehari sebelumnya dan ditutup menguat 1,7%. Sentimen pasar masih dipengaruhi meningkatnya ketegangan geopolitik yang melibatkan Venezuela, sehingga pelaku pasar mencermati potensi dampaknya terhadap keseimbangan energi global.
Meski Venezuela tercatat memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, para analis menilai risiko gangguan ekspor dari negara tersebut tidak akan berdampak signifikan pada harga. Produksi minyak Venezuela saat ini menyumbang kurang dari 1% pasokan global akibat minimnya investasi selama bertahun-tahun, membuat pengaruhnya terhadap pasar internasional relatif terbatas.
Di sisi lain, tekanan pada harga minyak masih datang dari melimpahnya pasokan dunia. Arab Saudi kembali memangkas harga jual minyak ke pasar Asia untuk bulan ketiga berturut-turut, sementara OPEC+ menegaskan komitmennya untuk menahan peningkatan produksi pada kuartal pertama. Kombinasi faktor ini menjaga pergerakan harga minyak tetap terbatas meski tensi geopolitik meningkat.
OPINI ANALIS TRAZE
Harga minyak WTI (USOIL) menunjukkan tanda pemulihan teknikal setelah memantul kuat dari area weak low 56,17. Rebound ini memicu break of structure (BOS) ke atas, menandakan pergeseran momentum dari tekanan jual menuju fase koreksi naik, terlebih harga telah bertahan di atas zona Fibonacci 50% – 61,8% yang memperkuat potensi penguatan jangka pendek.
Meski demikian, kenaikan mulai tertahan di area resistance 58,30 – 58,90 yang berpotensi menjadi penghalang lanjutan. Selama level ini belum ditembus secara valid, peluang konsolidasi atau koreksi ke kisaran 57,80 – 57,25 masih terbuka. Namun jika harga mampu menembus 58,90, potensi lanjutan menuju 59,60 hingga 60,40 semakin terbuka, menjaga bias WTI tetap netral cenderung bullish.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.