Indeks dolar diperdagangkan sekitar 97,5 pada Selasa (03/02), menanjak setelah rebound tajam dua hari yang didorong data ekonomi AS kuat dan pergeseran ekspektasi kebijakan The Fed. Aktivitas pabrik Amerika mengejutkan pasar dengan ekspansi, menandakan daya tahan ekonomi serta prospek laba perusahaan yang positif.
Investor kini menantikan laporan pekerjaan bulanan Jumat ini, meski publikasinya berpotensi tertunda akibat sebagian pemerintah AS tutup sementara. Kenaikan dolar awalnya dipicu pengumuman Presiden Trump menunjuk Kevin Warsh sebagai pengganti Gubernur Fed Jerome Powell, yang dianggap memiliki pendekatan hawkish namun lebih moderat terhadap suku bunga.
Selain itu, Trump mengumumkan kesepakatan perdagangan dengan India, memangkas tarif kedua pihak dengan syarat New Delhi menghentikan pembelian minyak Rusia. Di sisi lain, dolar melemah terhadap mata uang antipoda menjelang prediksi kenaikan suku bunga oleh Reserve Bank of Australia, mencerminkan sentimen pasar global yang dinamis.
OPINI ANALIS TRAZE
Indeks Dolar AS (DXY) pada time frame 1 jam menunjukkan perubahan struktur pasar dari bearish menuju fase pemulihan. Setelah tekanan jual kuat yang mematahkan beberapa level support, harga membentuk higher low dan menembus struktur penting (BOS) ke atas. Area demand zone di kisaran 96,18–96,47 berperan sebagai fondasi kenaikan, diperkuat oleh reaksi harga yang solid serta validasi retracement Fibonacci. Kondisi ini mengindikasikan minat beli mulai mendominasi setelah fase distribusi sebelumnya berakhir.
Secara teknikal, DXY kini berpotensi melanjutkan penguatan menuju area 97,72 hingga 97,87, yang bertepatan dengan ekstensi Fibonacci dan zona reaksi sebelumnya. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan karena di atasnya terdapat supply zone kuat yang berpotensi menahan laju harga. Selama harga bertahan di atas demand dan struktur bullish terjaga, peluang kenaikan masih terbuka, sementara penurunan di bawah area kunci dapat mengubah bias pasar dalam jangka pendek.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.