Federal Reserve diperkirakan akan kembali memangkas suku bunga acuan sebesar 25 bps pada dini hari nanti 11 Desember 2025 pk. 02:00 WIB, menurunkannya ke kisaran 3,5% – 3,75%, level terendah sejak 2022. Langkah ini melanjutkan pemotongan yang sudah dilakukan pada September dan Oktober, di tengah tanda-tanda jelas bahwa pasar tenaga kerja sedang melambat cukup cepat. Meskipun demikian, para pembuat kebijakan masih bekerja dengan keterbatasan informasi akibat beberapa data pemerintah yang tertunda karena shutdown.
Pasar juga menantikan dot plot terbaru serta proyeksi suku bunga 2026 yang akan mencerminkan perbedaan pandangan di internal bank sentral. Ketidakpastian ini muncul karena inflasi masih bertahan dan belum menunjukkan penurunan konsisten yang meyakinkan. Perdebatan tentang perlunya pelonggaran lanjutan diperkirakan akan semakin mencuat, terutama mengingat proyeksi September lalu yang hanya memperkirakan satu kali pemotongan pada tahun depan.
Di sisi lain, pelaku pasar saat ini memperhitungkan kemungkinan dua penurunan suku bunga tambahan pada 2026, kemungkinan terjadi pada Juni dan September. Ekspektasi ini mencerminkan keyakinan bahwa Fed akan terus menurunkan biaya pinjaman untuk menstabilkan ekonomi, sekaligus menghadapi risiko perlambatan yang lebih dalam bila kebijakan moneter tidak disesuaikan secara tepat waktu.
OPINI ANALIS TRAZE

Indeks Dolar AS (DXY) terlihat tetap berada dalam tekanan setelah gagal menembus zona premium dan kembali menghadapi reaksi jual di area resistensi Fibonacci 78,6%–100%. Struktur harga menunjukkan pola pembalikan melalui beberapa change of character (ChoCH) dan break of structure (BOS), menandakan momentum bearish mulai menguat.
Selama harga bertahan di bawah kanal naik ungu, peluang penurunan menuju area demand 98.42 hingga 98.20 semakin besar, bahkan berpotensi memperpanjang pelemahan menuju 97.90 apabila tekanan seller tidak mereda.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.