Emas melemah menuju area $4.050 per troy ounce pada awal pekan Senin (24/11), melanjutkan penurunan sebelumnya karena pelaku pasar menunggu rilis data ekonomi Amerika Serikat. Fokus utama tertuju pada laporan penjualan ritel serta indeks harga produsen yang akan dirilis Selasa, disusul klaim pengangguran mingguan pada Rabu.
Ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed bulan Desember kembali berubah setelah Presiden Fed John Williams memberikan sinyal dukungan terhadap penurunan lanjutan. Probabilitas pemotongan 25 basis poin kini berada di sekitar 70%, naik dari level 40% pada Kamis lalu setelah data tenaga kerja yang kuat.
Meskipun mengalami tekanan jangka pendek, emas masih mencatat kenaikan sekitar 54% sejak awal tahun. Harga tetap ditopang oleh ketegangan global, pembelian agresif bank sentral, dan meningkatnya minat investor yang mencari perlindungan terhadap risiko fiskal.
XAUUSD – Technical Analysis

OPINI ANALIS TRAZE
Emas kembali menguji Area Demand setelah bergerak dalam channel turun, menandakan tekanan bearish masih mendominasi. Reaksi kuat di zona ini menunjukkan adanya dorongan beli, namun struktur harga tetap membentuk lower high.
Selama Strong Low bertahan, peluang rebound menuju Key Level Resistance 4.088 masih terbuka. Penembusan bersih pada area tersebut dapat mengubah momentum menjadi bullish jangka pendek.
Sebaliknya, jika gagal mempertahankan support, harga berpotensi melanjutkan pelemahan menuju batas bawah channel, menandakan tren turun masih berlanjut.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.