Indeks dolar tetap berada di bawah area 100 setelah penurunan sesi sebelumnya, tertekan oleh data ekonomi AS yang menunjukkan perlambatan aktivitas. Penjualan ritel tumbuh lebih rendah dari perkiraan, sementara kepercayaan konsumen merosot, menandakan mulai melemahnya belanja masyarakat setelah periode permintaan yang kuat.
Situasi ini mendorong meningkatnya peluang pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember. Pasar kini menilai peluang pemotongan 25 bps mencapai sekitar 84%, jauh lebih tinggi dibandingkan pekan lalu. Selain itu, laporan yang menyebut Kevin Hassett sebagai kandidat utama Ketua The Fed berikutnya menambah sentimen dovish, mengingat pandangannya bahwa tingkat suku bunga seharusnya lebih rendah dari posisi saat ini.
Tekanan terhadap dolar semakin besar karena pelemahan terjadi di berbagai mata uang utama, dengan penurunan paling tajam terhadap dolar Selandia Baru dan dolar Australia. Kombinasi data lemah, ekspektasi pelonggaran kebijakan, serta dinamika politik menekan kekuatan greenback dalam jangka pendek.
DXY – Technical Analysis

Opini Analis Traze
Indeks Dolar terus melemah setelah ditolak kuat dari zona supply mendekati 100.000. Pergerakan turun ini membawa harga menuju garis bawah channel naik, membuka peluang koreksi lebih dalam menuju area demand.
Jika harga menyentuh zona 98.500–99.000 dan memantul, potensi kenaikan kembali cukup besar karena area tersebut sering menjadi titik balik kuat. Selama trend naik tetap terjaga, peluang pengujian ulang resistance channel atas masih terbuka.
Sinyal bullish akan lebih jelas jika DXY berhasil menembus puncak sebelumnya. Target terdekat berada di sekitar 100.500, sementara manajemen risiko tetap penting mengingat volatilitas dapat meningkat menjelang akhir bulan.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.