Harga emas sempat melemah ke sekitar $4.150 per ounce pada Kamis (27/11), namun tetap bertahan mendekati level tertinggi dua minggu. Pergerakan ini terjadi di tengah keyakinan pasar bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga bulan depan. Klaim tunjangan pengangguran yang lebih rendah dari perkiraan serta pesanan barang tahan lama yang solid belum cukup mengubah pandangan pelaku pasar terhadap arah kebijakan moneter.
Pelaku pasar kini memperkirakan peluang sekitar 80% untuk pemangkasan suku bunga sebesar 25 bps pada pertemuan terakhir The Fed tahun ini. Sentimen tersebut semakin kuat setelah Kevin Hassett, penasihat ekonomi utama Presiden Donald Trump, muncul sebagai kandidat terdepan untuk memimpin bank sentral. Dia dipandang akan mendukung kebijakan yang lebih longgar, sejalan dengan preferensi presiden terhadap stimulus ekonomi.

Dalam tren yang lebih luas, emas tengah menuju kenaikan bulanan keempat berturut-turut. Logam mulia ini telah melonjak hampir 60% sepanjang tahun, menempatkannya pada jalur kinerja terbaik sejak 1979. Kondisi ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap aset aman tetap tinggi di tengah dinamika kebijakan moneter dan ketidakpastian ekonomi global.
OPINI ANALIS TRAZE
1. Tren Masih Naik (Bullish)
Harga emas masih berada dalam tren naik. Selama bertahan di atas $4.100, peluang kenaikan tetap kuat.
2. Level Penting
- Support: $4.100 dan $4.020
- Resistance: $4.180 dan $4.220
Break di atas $4.180 bisa membuka jalan menuju level lebih tinggi.
3. Peluang Gerak
Jika sentimen pemangkasan suku bunga tetap kuat, emas berpotensi naik ke $4.220+.
Namun jika turun di bawah $4.100, bisa terjadi koreksi ke sekitar $4.020.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.