HomeMarket NewsSerangan ke Iran Picu Ledakan Harga Emas

Harga emas naik hingga sekitar $5.210 per ounce pada Rabu (11/03), melanjutkan penguatan dari sesi sebelumnya karena konflik yang terus memanas di Timur Tengah membuat pelaku pasar tetap waspada. Ketegangan meningkat setelah militer Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan besar terhadap Iran, yang disebut sebagai operasi paling intens sejauh ini. Situasi geopolitik tersebut mendorong investor mencari aset aman, sehingga permintaan terhadap emas semakin kuat.

Kementerian Pertahanan AS menyatakan operasi militer akan terus berlanjut hingga Iran dianggap tidak lagi menjadi ancaman. Pernyataan ini menunjukkan sikap yang lebih tegas dibandingkan komentar sebelumnya dari Donald Trump yang sempat memberi sinyal bahwa konflik mungkin segera mereda. Di sisi lain, pesan berbeda dari pejabat pemerintah AS terkait pengawalan kapal tanker minyak di Selat Hormuz menambah ketidakpastian dan memperkuat sentimen hati-hati di pasar global.

Selain perkembangan geopolitik, pelaku pasar juga menunggu data inflasi Amerika Serikat yang diperkirakan masih berada di atas target bank sentral. Kondisi tersebut membuat ekspektasi pelonggaran kebijakan oleh Federal Reserve semakin terbatas. Saat ini, trader hanya memperkirakan satu kali penurunan suku bunga pada tahun ini, faktor yang turut memengaruhi pergerakan harga emas di pasar internasional.

OPINI ANALIS TRAZE

Analisis teknikal pada pasangan XAUUSD timeframe 1 jam menunjukkan harga emas masih bergerak dalam struktur bullish setelah berhasil menembus area resistance sebelumnya. Pergerakan terbaru membentuk pola kenaikan bertahap dengan dukungan garis tren naik yang menjaga momentum positif. Saat ini harga sedang melakukan konsolidasi di sekitar area 5.200 – 5.240, yang berpotensi menjadi zona akumulasi sebelum melanjutkan pergerakan lebih tinggi.

Selama harga mampu bertahan di atas area support Fibonacci sekitar 5.170, peluang kenaikan masih terbuka dengan target pertama di kisaran 5.286 dan target lanjutan mendekati 5.347. Namun jika tekanan jual meningkat dan harga turun di bawah area support tersebut, emas berpotensi melakukan koreksi lebih dalam menuju zona 5.128 hingga 5.098 sebagai area pertahanan berikutnya. Oleh karena itu, pelaku pasar perlu memperhatikan reaksi harga di area support untuk mengonfirmasi arah pergerakan selanjutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Peringatan Risiko: Trading forex memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar valuta asing, Anda harus mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan toleransi risiko Anda. Ada kemungkinan Anda akan kehilangan sebagian atau seluruh modal awal Anda, sehingga Anda tidak boleh menginvestasikan uang yang tidak siap untuk Anda rugikan. Pastikan Anda sepenuhnya memahami semua risiko yang terlibat dalam trading forex dan, jika diperlukan, carilah saran dari penasihat keuangan independen. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Semua keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi, dan tidak ada jaminan dari pihak mana pun bahwa Anda akan memperoleh keuntungan dari trading forex.

Disclaimer: Trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Anda dapat mengalami kerugian yang signifikan dalam waktu singkat. Jumlah uang yang Anda rugikan bisa lebih besar dari dana awal (Initial Margin) yang Anda setorkan ke Pialang Berjangka. Anda bisa kehilangan seluruh Margin Anda serta Margin tambahan yang ditempatkan di Pialang Berjangka untuk mempertahankan posisi Kontrak Derivatif Anda dalam Sistem Trading Alternatif. Hal ini karena Trading Berjangka sangat dipengaruhi oleh leverage, di mana investasi yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan nilai aset yang jauh lebih tinggi. Jika Anda tidak siap menghadapi risiko tersebut, sebaiknya Anda tidak melakukan trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif.

PT Traze Andalan Futures adalah Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan Nomor Izin Usaha: 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005 dan nomor izin SPA: 1294/BAPPEBTI/SP/7/2007, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Nomor Persetujuan Prinsip: S-161/PM.02/2025, Bank Indonesia (BI) dengan Nomor Terdaftar: 27/289/DPPK/Srt/B

PT Traze Andalan Futures merupakan Anggota Bursa Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor: SPAB-084/BBJ/09/04, anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Nomor: 09/AK-KBI/PN-PA/VII/2022, Anggota Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nomor 049/SK/ICDX/DIR/III/2025, anggota Indonesia Clearing House (ICH) Nomor 051/SK/ICH/DIR/III/2025, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) Nomor 0055/ASPEBTINDO/ANG-B/7/2015.

Seluruh layanan dan produk yang dapat diakses melalui situs www.traze.co.id disediakan oleh PT Traze Andalan Futures dengan alamat terdaftar perusahaan berlokasi di Sinarmas Land Plaza Sudirman (dh. Sinarmas MSIG Tower), Lantai 35, Jl. Jenderal Sudirman KAV 21, Kuningan, Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12920 – Indonesia.

Harap diperhatikan bahwa PT Traze Andalan Futures tidak menyediakan layanan bagi penduduk di yurisdiksi tertentu, termasuk tetapi tidak terbatas pada Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Mesir, Iran, Korea Utara (Democratic People’s Republic of Korea), dan Uni Eropa.

Official Website: www.traze.co.id | © 2026 Traze