Harga emas kembali menguat menuju area $4.070 setelah melemah selama tiga hari berturut-turut. Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya minat pelaku pasar terhadap aset aman jelang rilis data ekonomi AS yang tertunda. Risalah FOMC dan laporan tenaga kerja menjadi sorotan utama karena berpotensi memicu pergerakan signifikan pada komoditas bernilai tinggi tersebut.
Penundaan publikasi data ketenagakerjaan September dan Oktober akibat penutupan pemerintahan AS membuat arah kebijakan suku bunga The Fed semakin sulit diprediksi. Ekspektasi pasar memproyeksikan penambahan sekitar 50.000 pekerjaan dengan tingkat pengangguran stabil di 4,3%. Hasil yang lebih lemah berpeluang menekan dolar AS dan memberikan dorongan tambahan bagi harga emas.
Meski demikian, komentar bernada hawkish dari pejabat The Fed membatasi potensi kenaikan lebih lanjut. Beberapa mengisyaratkan perlunya kehati-hatian dan membuka peluang suku bunga dipertahankan lebih lama. Saat ini, probabilitas pemangkasan suku bunga Desember turun ke sekitar 46%, membuat emas bergerak hati-hati sambil menunggu kejelasan data ekonomi terbaru.
XAUUSD – Technical Analysis

OPINI ANALIS TRAZE
XAUUSD mencoba bangkit, tetapi tren pada grafik 4 jam masih condong turun. Kenaikan menuju zona FVG dan level Fibonacci di sekitar $4.055 – $4.091 diperkirakan menjadi area tekanan jual baru sebelum harga kembali melemah.
Jika penurunan berlanjut, emas berpotensi bergerak menuju Area Demand sekitar $3.997. Respons di wilayah ini akan menentukan apakah harga dapat bertahan atau justru melanjutkan pelemahan yang lebih dalam hingga $3.929.
Apabila tekanan jual semakin kuat, skenario lanjutan mengarah pada target $3.843, yang menjadi area penyangga terakhir. Kondisi pasar masih sensitif sehingga pergerakan emas diperkirakan tetap fluktuatif dalam waktu dekat.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.