Perak melesat menembus $61 per ounce, mencetak rekor tertinggi baru seiring meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve akan kembali memangkas suku bunga. Pasar memperkirakan pemangkasan 25 basis poin untuk ketiga kalinya tahun ini, sementara pernyataan Jerome Powell akan menjadi sorotan utama untuk membaca arah kebijakan moneter menuju 2026.
Di saat yang sama, lease rate perak terus merangkak naik akibat ketatnya pasokan fisik. Biaya meminjam logam mulia ini menjadi semakin mahal karena pelaku pasar berupaya memenuhi kewajiban pengiriman di tengah pengetatan suplai. Kondisi ini turut memperkuat sentimen bullish dan menjaga harga tetap berada di zona tertinggi.
Permintaan terhadap perak tetap solid berkat karakteristiknya yang unggul dalam konduktivitas listrik dan panas. Sektor strategis seperti energi surya, kendaraan listrik, infrastruktur pendukung, hingga data center diperkirakan akan menjadi motor konsumsi hingga 2030. Dengan kombinasi permintaan kuat dan pasokan yang terbatas, perak pun berpotensi mempertahankan tren positif dalam jangka panjang.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAGUSD pada grafik H1 terus mempertahankan momentum bullish setelah menembus area resistensi R1 di sekitar $61.94, menandakan dominasi kuat buyer dalam beberapa sesi terakhir. Harga yang bergerak stabil di atas MA 200 turut mengonfirmasi tren naik yang solid, sementara pivot harian di $59.76 kini berubah menjadi support dinamis jika terjadi koreksi.
Selama tekanan beli tetap konsisten, peluang menuju R2 $63.07 hingga R3 $65.25 semakin terbuka, terutama bila sentimen pasar tetap positif jelang keputusan The Fed.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.