Harga perak merosot di bawah area $50 per ons setelah penguatan dolar AS dan memudarnya harapan pemangkasan suku bunga The Fed bulan depan. Fokus pasar kini tertuju pada rangkaian data ekonomi Amerika Serikat yang kembali dirilis pasca berakhirnya penutupan pemerintahan terpanjang dalam sejarah, termasuk laporan tenaga kerja September yang dinilai penting untuk membaca kekuatan pasar kerja.
Peluang pemangkasan suku bunga Desember turun tajam menjadi sekitar 40% dari hampir kepastian penuh setelah keputusan September, seiring minimnya data resmi dan perbedaan pandangan di antara pejabat FOMC. Pernyataan Wakil Ketua The Fed Philip Jefferson pada awal pekan yang menegaskan perlunya langkah hati-hati juga menambah tekanan terhadap sentimen pelonggaran kebijakan.
Meski begitu, faktor pasokan masih memberi penopang bagi pergerakan perak. Musim pernikahan di India meningkatkan kebutuhan fisik, sementara potensi tarif impor Amerika Serikat terhadap komoditas ini menambah ketidakpastian. Kombinasi dinamika permintaan dan risiko kebijakan menjadikan prospek perak tetap menarik untuk dicermati.
XAGUSD – Technical Analysis

OPINI ANALIS TRAZE
Pergerakan XAGUSD masih berada dalam tren turun setelah harga ditolak dari area supply di sekitar $50.30–$50.80. Penolakan ini menunjukkan seller masih dominan, sementara harga terus bergerak di dalam kanal bearish.
Selama harga belum mampu naik di atas $51.00, peluang turun masih besar. Target penurunan terdekat berada di sekitar $49.30, dan jika tekanan berlanjut, harga bisa menguji area demand kuat di $48.00–$48.20.
Area demand tersebut akan menjadi titik penting. Jika harga memantul, peluang naik menuju $50.50 bisa muncul kembali. Namun jika tembus, perak berisiko melemah lebih dalam. Trader sebaiknya menunggu sinyal jelas sebelum masuk pasar.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.