Harga perak turun di bawah $67 per ounce pada Selasa (24/03), masih tertekan di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Iran membantah adanya pembicaraan dengan Amerika Serikat untuk meredakan konflik, bahkan menilai pernyataan Presiden Donald Trump sebagai upaya memengaruhi pasar. Situasi memanas setelah serangan baru terhadap target AS, sementara Israel terus melanjutkan aksi militernya.
Sebelumnya, perak sempat melonjak dalam perdagangan intraday setelah rencana serangan AS terhadap infrastruktur energi Iran ditunda dan muncul klaim adanya peluang negosiasi. Meski begitu, ketidakpastian terkait hasil diplomasi serta kemungkinan dibukanya kembali Selat Hormuz membuat pelaku pasar tetap waspada. Kondisi ini menjaga tekanan inflasi tetap tinggi dan membatasi ruang penguatan harga logam.
Dalam beberapa waktu terakhir, harga perak telah merosot hingga sekitar 37% dari puncaknya pada Maret. Lonjakan harga energi memicu kekhawatiran inflasi yang lebih luas dan memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga lanjutan. Hal ini membuat daya tarik perak sebagai aset lindung nilai melemah, seiring investor menyesuaikan strategi di tengah dinamika global yang terus berubah.
OPINI ANALIS TRAZE

Harga perak (XAG/USD) masih bergerak dalam tekanan setelah gagal mempertahankan momentum kenaikan dan kembali membentuk struktur bearish. Terlihat adanya penolakan di area resistance sekitar 70.80 yang menjadi zona invalidasi, sementara terbentuk lower high yang mengindikasikan dominasi seller. Pergerakan ini juga diperkuat dengan pola change of character (ChoCH) yang menandakan potensi kelanjutan tren turun dalam jangka pendek.
Secara teknikal, harga berpotensi melanjutkan pelemahan menuju area demand di kisaran 64.70 hingga 63.00. Jika zona ini mampu menahan tekanan jual, peluang rebound masih terbuka dengan target kenaikan menuju resistance terdekat di sekitar 68.40 hingga 70.00. Namun, jika level support tersebut ditembus, risiko penurunan lebih dalam akan meningkat dengan potensi menguji area low sebelumnya.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.