HomeMarket NewsPerak Tersungkur Saat Dolar Perkasa dan Konflik Timur Tengah Memanas

Harga perak merosot lebih dari 5% hingga berada di bawah $85 per ounce pada perdagangan Selasa (03/03), melanjutkan pelemahan sesi sebelumnya. Penguatan dolar Amerika Serikat membebani logam mulia tersebut, seiring lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang mengurangi daya tarik aset lindung nilai. Permintaan terhadap instrumen safe-haven tertahan karena pelaku pasar lebih memilih mata uang cadangan dunia di tengah ketidakpastian global.

Penguatan greenback dipicu oleh meningkatnya harga energi akibat eskalasi konflik di Timur Tengah. Kenaikan biaya bahan bakar memperbesar kekhawatiran inflasi dan mendorong yield Treasury naik, setelah investor meninjau ulang prospek kebijakan moneter bank sentral. Ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve kini bergeser ke September dari perkiraan sebelumnya pada Juli, meskipun pasar masih memperhitungkan dua kali penurunan masing-masing 25 basis poin tahun ini.

Di sisi geopolitik, militer Amerika Serikat diperkirakan akan meningkatkan serangan terhadap Iran dengan menyasar fasilitas produksi rudal, drone, serta aset angkatan laut. Seorang pejabat tinggi Teheran juga memperingatkan bahwa kapal yang melintasi Selat Hormuz berpotensi menjadi target, sementara lalu lintas tanker dilaporkan terhenti akibat risiko keamanan yang meningkat. Situasi ini menambah tekanan pada pasar komoditas dan memperbesar volatilitas global.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga XAGUSD (Silver/Dolar AS) pada grafik 1 jam menunjukkan tekanan jual kuat setelah gagal bertahan di area resistance sekitar 96. Level tersebut membentuk pola weak high sebelum terjadi penurunan tajam yang memicu break of structure di kisaran 86. Aksi koreksi sempat membawa harga kembali ke zona supply 90 – 91, namun penolakan di area Fibonacci 38,2% hingga 50% mengindikasikan dominasi seller masih solid. Selama perak bertahan di bawah area tersebut, potensi pelemahan lanjutan tetap terbuka.

Secara teknikal, support terdekat berada di area 83 yang berdekatan dengan garis tren naik jangka menengah. Jika level ini ditembus, tekanan dapat berlanjut menuju 80 hingga 76 sebagai demand zone berikutnya. Sebaliknya, skenario pemulihan baru valid apabila harga mampu kembali dan bertahan di atas 92, yang berpotensi membuka ruang menuju 94–96. Dengan struktur pasar yang berubah bearish dalam jangka pendek, pelaku pasar perlu mencermati reaksi harga di area kunci untuk menentukan arah selanjutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Peringatan Risiko: Trading forex memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar valuta asing, Anda harus mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan toleransi risiko Anda. Ada kemungkinan Anda akan kehilangan sebagian atau seluruh modal awal Anda, sehingga Anda tidak boleh menginvestasikan uang yang tidak siap untuk Anda rugikan. Pastikan Anda sepenuhnya memahami semua risiko yang terlibat dalam trading forex dan, jika diperlukan, carilah saran dari penasihat keuangan independen. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Semua keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi, dan tidak ada jaminan dari pihak mana pun bahwa Anda akan memperoleh keuntungan dari trading forex.

Disclaimer: Trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Anda dapat mengalami kerugian yang signifikan dalam waktu singkat. Jumlah uang yang Anda rugikan bisa lebih besar dari dana awal (Initial Margin) yang Anda setorkan ke Pialang Berjangka. Anda bisa kehilangan seluruh Margin Anda serta Margin tambahan yang ditempatkan di Pialang Berjangka untuk mempertahankan posisi Kontrak Derivatif Anda dalam Sistem Trading Alternatif. Hal ini karena Trading Berjangka sangat dipengaruhi oleh leverage, di mana investasi yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan nilai aset yang jauh lebih tinggi. Jika Anda tidak siap menghadapi risiko tersebut, sebaiknya Anda tidak melakukan trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif.

PT Traze Andalan Futures adalah Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan Nomor Izin Usaha: 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005 dan nomor izin SPA: 1294/BAPPEBTI/SP/7/2007, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Nomor Persetujuan Prinsip: S-161/PM.02/2025, Bank Indonesia (BI) dengan Nomor Terdaftar: 27/289/DPPK/Srt/B

PT Traze Andalan Futures merupakan Anggota Bursa Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor: SPAB-084/BBJ/09/04, anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Nomor: 09/AK-KBI/PN-PA/VII/2022, Anggota Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nomor 049/SK/ICDX/DIR/III/2025, anggota Indonesia Clearing House (ICH) Nomor 051/SK/ICH/DIR/III/2025, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) Nomor 0055/ASPEBTINDO/ANG-B/7/2015.

Seluruh layanan dan produk yang dapat diakses melalui situs www.traze.co.id disediakan oleh PT Traze Andalan Futures dengan alamat terdaftar perusahaan berlokasi di Sinarmas Land Plaza Sudirman (dh. Sinarmas MSIG Tower), Lantai 35, Jl. Jenderal Sudirman KAV 21, Kuningan, Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12920 – Indonesia.

Harap diperhatikan bahwa PT Traze Andalan Futures tidak menyediakan layanan bagi penduduk di yurisdiksi tertentu, termasuk tetapi tidak terbatas pada Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Mesir, Iran, Korea Utara (Democratic People’s Republic of Korea), dan Uni Eropa.

Official Website: www.traze.co.id | © 2026 Traze