Harga perak melemah sekitar empat persen menuju area 110 dolar AS per ons pada Jumat (30/01), terkoreksi dari rekor tertinggi sepanjang masa akibat aksi ambil untung investor. Penguatan dolar AS turut menekan pergerakan logam mulia ini setelah reli tajam yang berlangsung cukup agresif dalam beberapa sesi terakhir.
Meski mengalami koreksi jangka pendek, perak tetap mencatat kinerja bulanan yang luar biasa dengan kenaikan lebih dari 50 persen, menjadi pencapaian terbaik sepanjang sejarah. Lonjakan tersebut didorong ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global yang berkelanjutan, sehingga meningkatkan minat terhadap aset lindung nilai, seiring melemahnya kepercayaan terhadap mata uang utama.
Sentimen pasar juga dipengaruhi pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait rencana pengumuman calon ketua Federal Reserve, yang disebut-sebut mengarah pada Kevin Warsh. Selain faktor kebijakan, pasar fisik yang semakin ketat dengan lonjakan permintaan investasi dan industri menjadi penopang kuat, menjaga prospek perak tetap menarik meski volatilitas meningkat.
OPINI ANALIS TRAZE
Secara teknikal, XAGUSD menunjukkan tanda pembalikan setelah harga tertahan di area supply zone dan membentuk penolakan kuat dari puncak kenaikan. Munculnya struktur Change of Character menandakan pergeseran momentum dari dominasi beli ke tekanan jual, diperkuat kegagalan harga bertahan di atas area Fibonacci retracement atas. Kondisi ini membuka ruang koreksi lanjutan dalam kanal tren yang mulai kehilangan kemiringannya.
Selama perak bergerak di bawah area resistensi dinamis, potensi penurunan menuju zona demand berikutnya masih terbuka. Namun, pantulan teknikal dapat terjadi apabila harga mampu bertahan di support terdekat, sebelum menentukan arah lanjutan. Pelemahan indikator momentum mengonfirmasi pasar sedang berada dalam fase penyesuaian dengan volatilitas yang tetap tinggi.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.