Harga perak melemah menuju area $92 per ons pada Kamis (22/01), menjauh dari rekor tertinggi seiring meredanya kekhawatiran pasar terhadap eskalasi konflik geopolitik dan perdagangan terkait Greenland. Sentimen membaik setelah Presiden AS Donald Trump menegaskan tidak akan menggunakan kekuatan militer untuk menguasai wilayah tersebut serta melunakkan ancaman tarif terhadap negara-negara Eropa.
Meski demikian, ketidakpastian belum sepenuhnya hilang. Denmark secara tegas menolak negosiasi penyerahan wilayah, sementara Parlemen Eropa menunda persetujuan kesepakatan dagang Uni Eropa–AS sebagai respons atas pernyataan Trump. Kondisi ini membuat pelaku pasar tetap berhati-hati, menjaga volatilitas harga perak tetap tinggi dalam jangka pendek.
Di sisi fundamental, prospek perak masih relatif kuat. Pasokan fisik yang ketat terus menopang harga, dengan pasar global diperkirakan mengalami defisit suplai untuk tahun keempat berturut-turut. Situasi ini membuat perak sangat sensitif terhadap potensi tekanan baru pada mata uang, obligasi pemerintah, maupun kebijakan perdagangan global.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAGUSD pada timeframe H1 menunjukkan tekanan jual masih membayangi setelah harga gagal bertahan di area resistance kuat dekat puncak sebelumnya. Struktur pasar mengindikasikan perubahan karakter (CHoCH) dari bullish ke korektif, ditandai penurunan tajam dari zona atas dan reaksi harga yang tertahan di sekitar area Fibonacci 50% – 61,8%. Selama harga belum mampu kembali menembus area tersebut, potensi rebound cenderung bersifat terbatas.
Di sisi bawah, perhatian pasar kini tertuju pada zona demand yang berada di kisaran support biru, yang berpotensi menjadi area reaksi teknikal. Jika tekanan berlanjut, skenario penurunan lanjutan menuju level support berikutnya tetap terbuka sebelum muncul minat beli baru. Sebaliknya, pemulihan valid baru akan terkonfirmasi apabila harga mampu menembus kembali area resistance dan membentuk struktur higher high secara konsisten.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.