Harga perak bertahan di atas 77 dolar AS per ons pada Kamis (19/02) setelah melonjak sekitar 5% pada sesi sebelumnya. Kenaikan ini terjadi seiring pemulihan pasar logam global meskipun penguatan dolar didorong data ekonomi Amerika Serikat yang solid serta sinyal kebijakan moneter ketat dari Federal Reserve. Sentimen tersebut menunjukkan bahwa logam mulia masih memiliki daya tarik sebagai aset lindung nilai di tengah dinamika makroekonomi.
Risalah pertemuan Januari memperlihatkan perbedaan pandangan di antara pembuat kebijakan. Sebagian pejabat membuka peluang penurunan suku bunga bila disinflasi berlanjut, sementara lainnya memilih mempertahankan tingkat tinggi lebih lama bahkan tidak menutup kemungkinan pengetatan tambahan jika tekanan harga tetap kuat. Pelaku pasar sedikit mengurangi ekspektasi pemangkasan, namun tetap memperkirakan dua kali penurunan sebesar 25 basis poin hingga akhir tahun.
Selain faktor moneter, ketegangan geopolitik turut menopang harga perak dan logam berharga lainnya. Peningkatan kehadiran militer oleh Amerika Serikat di Timur Tengah memicu kekhawatiran konflik dengan Iran, sementara perundingan damai antara Ukraina dan Rusia berakhir tanpa terobosan. Kondisi ini meningkatkan minat terhadap aset aman dan menjaga tren positif pasar logam mulia.
OPINI ANALIS TRAZE

Secara teknikal, XAGUSD di timeframe 30 menit masih menunjukkan bias bullish setelah harga memantul dari area demand 73 – 74 dan membentuk struktur higher low. Selama bertahan di atas support 75 – 76, peluang kenaikan menuju resistance 79 hingga 80 tetap terbuka.
Indikator momentum mulai mengarah naik, mendukung potensi lanjutan penguatan jangka pendek. Skenario terbaik adalah menunggu pullback ke area support sebagai peluang entry buy, dengan risiko koreksi jika harga gagal menembus zona 78.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.