Harga perak naik menembus level $81 per ounce pada hari Selasa (17/03), didukung oleh melemahnya dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi Treasury. Penurunan harga minyak pada awal pekan membantu meredakan kekhawatiran inflasi, sehingga meningkatkan minat investor terhadap logam mulia. Kondisi ini membuat perak kembali menarik sebagai aset lindung nilai di tengah dinamika pasar global.
Harga minyak sempat turun setelah beberapa kapal tanker berhasil melintasi Selat Hormuz dengan aman. Menteri Keuangan Amerika Serikat, Scott Bessent, menyatakan bahwa Washington masih mengizinkan Iran mengekspor minyak melalui jalur tersebut. Sementara itu, Presiden Donald Trump berupaya mendapatkan dukungan internasional untuk menjaga keamanan aktivitas perdagangan di perairan strategis tersebut.
Selain faktor geopolitik, pasar juga menantikan keputusan kebijakan dari Federal Reserve yang diperkirakan mempertahankan suku bunga dalam waktu dekat. Prospek perak semakin kuat karena proyeksi defisit pasokan mencapai sekitar 67 juta ounce pada 2026, ditambah permintaan tinggi dari industri elektronik. Kombinasi kondisi ini memperkuat potensi kenaikan harga perak dalam jangka menengah.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan Silver (XAGUSD) pada grafik satu jam menunjukkan pemulihan setelah tekanan jual yang sempat membawa harga turun ke area 77.00. Pantulan dari zona support tersebut mendorong harga kembali naik menuju area 81.60 dan membentuk momentum kenaikan jangka pendek. Selama harga bertahan di atas kisaran 78.80, peluang penguatan masih terbuka dengan target uji resistance di sekitar 82.90.
Jika tekanan beli berlanjut dan harga mampu menembus 82.90, pergerakan berpotensi berlanjut menuju area 84.50. Namun, apabila harga kembali turun dan menembus support 77.00, tekanan jual dapat meningkat dan membuka peluang koreksi lebih dalam.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.