Harga perak dunia bergerak stabil di kisaran USD 62,5 per ons pada awal pekan, tetap dekat dengan level tertinggi sepanjang sejarah. Sepanjang tahun ini, perak telah melonjak lebih dari 100%, didorong oleh pasokan yang semakin ketat serta permintaan industri yang terus meningkat. Masuknya perak dalam daftar mineral kritis Amerika Serikat turut memperkuat sentimen positif pasar.
Kebutuhan terbesar datang dari sektor energi surya, kendaraan listrik, dan pusat data, yang menjadikan perak sebagai komponen vital dalam transisi teknologi global. Arus dana ETF yang solid serta minat beli ritel menambah dorongan kenaikan harga, sekaligus memperkuat ekspektasi terjadinya defisit pasokan pada tahun depan. Kondisi ini membuat perak semakin dilirik sebagai aset strategis jangka menengah.
Meski tren jangka panjang masih kuat, perak sempat terkoreksi lebih dari 2% pada akhir pekan lalu. Tekanan muncul setelah sejumlah analis menilai valuasi perak sudah cukup tinggi dibandingkan emas, ditambah potensi dampak kebijakan pengecualian tarif di Amerika Serikat. Namun, pelemahan dolar pasca pemangkasan suku bunga The Fed tetap menjadi faktor penopang utama pergerakan harga logam mulia ini.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan perak (XAGUSD) pada timeframe H4 masih menunjukkan tren naik yang solid dengan harga bertahan di atas support penting 60,77. Struktur channel bullish menandakan dominasi buyer tetap kuat meski sempat terjadi koreksi ringan.
Selama level tersebut terjaga, peluang kenaikan menuju resistance 64,74 masih terbuka, sejalan dengan momentum jangka menengah yang tetap positif.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.