Harga perak naik mendekati $84 per ounce pada Jumat (06/03), mengikuti pemulihan di pasar logam mulia setelah tekanan yang terjadi sebelumnya. Meskipun demikian, komoditas ini masih berada di jalur penurunan mingguan lebih dari sepuluh persen. Penguatan dolar Amerika Serikat membuat sebagian investor beralih dari aset lindung nilai lain, sehingga pergerakan perak tetap berada di bawah tekanan sepanjang pekan.
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah turut memengaruhi sentimen pasar global. Operasi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran telah memasuki hari ketujuh, sementara Teheran meluncurkan serangan rudal dan drone baru ke kawasan Teluk. Pada saat yang sama, lonjakan harga minyak memicu kekhawatiran meningkatnya inflasi global, sehingga pelaku pasar menilai bank sentral Amerika Serikat kemungkinan menunda pemangkasan suku bunga.
Ekspektasi pasar kini bergeser dengan perkiraan penurunan suku bunga berikutnya baru terjadi pada September atau Oktober, lebih lambat dari proyeksi sebelumnya di pertengahan tahun. Sejumlah data ekonomi Amerika Serikat juga menunjukkan kondisi yang masih kuat, terlihat dari klaim pengangguran yang menurun, produktivitas yang meningkat, jumlah pemutusan kerja yang lebih sedikit, serta pertumbuhan sektor jasa yang melampaui perkiraan. Kombinasi faktor tersebut memperkuat dolar dan memberi tekanan tambahan terhadap pergerakan harga perak di pasar internasional.
OPINI ANALIS TRAZE
Pergerakan XAGUSD (perak) pada grafik satu jam menunjukkan fase pemulihan setelah tekanan jual kuat yang sempat membawa harga turun mendekati area 78.00. Pantulan dari zona tersebut membentuk struktur kenaikan bertahap dengan harga kembali bergerak di sekitar 84.70, berdekatan dengan level Fibonacci 23,6%. Area ini menjadi titik penting karena berfungsi sebagai resistance jangka pendek sekaligus penentu apakah momentum beli mampu berlanjut.
Apabila tekanan beli mampu mendorong harga menembus 86.80, peluang kenaikan menuju 89.20 hingga 92.30 terbuka sebagai target lanjutan. Namun jika terjadi penolakan di area resistance dan harga kembali melemah di bawah 83.40, perak berpotensi turun menuju 82.30 hingga 81.30 sebelum menemukan minat beli baru. Oleh karena itu, pergerakan di sekitar level kunci tersebut akan sangat menentukan arah harga perak dalam jangka pendek di pasar komoditas global.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.