Penangkapan dramatis mantan pemimpin Venezuela, Nicolas Maduro, oleh Pasukan Khusus Amerika Serikat di Caracas mengguncang panggung geopolitik dunia. Operasi yang membawanya ke pengadilan New York atas tuduhan narkoba ini disebut sebagai intervensi AS terbesar di Amerika Latin sejak 1989, memicu ketegangan diplomatik dan menempatkan masa depan Venezuela dalam ketidakpastian besar, terutama terkait stabilitas pemerintahan dan aset strategis negara tersebut.
Isu minyak menjadi sorotan utama. Dengan cadangan terbesar di dunia sekitar 303 miliar barel, Venezuela memiliki posisi vital dalam peta energi global. Presiden Donald Trump secara terbuka mengaitkan operasi ini dengan upaya merebut kembali akses industri minyak Venezuela yang lama terpuruk akibat sanksi, salah kelola, dan minim investasi. Janji kembalinya perusahaan minyak AS memicu spekulasi pasar, mendorong kenaikan harga minyak serta lonjakan aset berisiko terkait geopolitik.
Di dalam negeri Venezuela, situasi kian tegang. Pemerintah sementara mulai melunak dengan membuka peluang dialog bersama Washington, sementara oposisi justru terpinggirkan. Di saat yang sama, proses hukum Maduro di New York menarik perhatian internasional, memicu perdebatan di PBB dan reaksi keras dari Rusia serta China. Ketidakpastian politik ini berdampak langsung pada pasar global, memperkuat sentimen risk-off dan menandai babak baru perebutan pengaruh di kawasan Amerika Latin.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.