Harga emas kembali mencetak rekor baru dengan menembus level USD 5.200 per ons pada perdagangan Rabu (28/01). Kenaikan ini dipicu oleh pelemahan tajam dolar AS yang jatuh ke posisi terendah dalam empat tahun terakhir, sehingga meningkatkan minat investor terhadap aset lindung nilai. Logam mulia menjadi pilihan utama di tengah ketidakpastian arah mata uang global.
Pernyataan Presiden AS Donald Trump yang tidak mengkhawatirkan pelemahan dolar turut memperkuat sentimen positif emas. Sikap tersebut mengindikasikan bahwa pemerintah AS nyaman dengan mata uang yang lebih lemah demi mendukung daya saing ekspor. Di sisi lain, ketegangan kebijakan di Washington, termasuk ancaman tarif dan tekanan terhadap independensi bank sentral, menambah daya tarik emas sebagai aset aman.
Dari sisi moneter, pasar memperkirakan Federal Reserve akan menahan suku bunga, sambil menanti sinyal waktu penurunan berikutnya. Selain faktor kebijakan, permintaan kuat dari bank sentral dunia dan arus masuk ETF terus menopang reli harga. Sepanjang tahun ini, emas telah melonjak sekitar 20 persen, seiring meningkatnya kebutuhan perlindungan nilai di tengah dinamika ekonomi global.
OPINI ANALIS TRAZE
Pergerakan XAUUSD menunjukkan tren bullish yang masih terjaga setelah harga berhasil menembus struktur sebelumnya dan membentuk break of structure. Area di sekitar garis tren naik berperan sebagai penopang utama, sementara zona Fibonacci retracement menjadi acuan koreksi sehat. Selama harga mampu bertahan di atas area support dinamis tersebut, peluang kelanjutan penguatan tetap terbuka dengan minat beli yang masih mendominasi.
Dari sisi proyeksi, potensi kenaikan mengarah ke area resistance bertahap yang ditandai oleh ekstensi Fibonacci di atas harga saat ini. Skenario koreksi jangka pendek tetap memungkinkan sebagai pullback sebelum melanjutkan reli berikutnya. Selama tidak terjadi penembusan kuat ke bawah area invalidasi support, struktur pasar emas cenderung tetap positif dan mendukung outlook kenaikan lanjutan.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.