Harga minyak mentah WTI bertahan di atas 113 dolar per barel pada Selasa (07/04), mendekati level penutupan tertinggi sejak pertengahan 2022. Kenaikan ini didorong meningkatnya ketegangan geopolitik setelah Donald Trump menetapkan tenggat waktu bagi Iran untuk mencapai kesepakatan atau menghadapi serangan lanjutan. Ancaman terhadap infrastruktur vital seperti pembangkit listrik dan jembatan, termasuk tuntutan pembukaan kembali Selat Hormuz, memicu kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global.
Di tengah situasi tersebut, harapan meredanya konflik sempat muncul seiring indikasi pendekatan menuju gencatan senjata melalui jalur diplomatik. Namun, sentimen positif ini tertutupi oleh peringatan keras dari Teheran yang menyatakan akan membalas setiap serangan dengan meningkatkan aksi terhadap aset energi di kawasan Teluk. Risiko eskalasi ini memperbesar potensi terganggunya distribusi minyak dunia dan memperdalam ketidakpastian pasar.
Selain itu, Kementerian Luar Negeri Iran menolak proposal gencatan senjata sementara yang diajukan melalui mediator Pakistan. Pemerintah Iran menegaskan hanya akan menerima penghentian konflik secara permanen disertai pencabutan sanksi sebagai syarat utama. Sikap tegas ini memperpanjang ketegangan dan memperkuat kekhawatiran akan krisis energi global, yang pada akhirnya terus menopang harga minyak di level tinggi.
OPINI ANALIS TRAZE
Pergerakan harga USOIL menunjukkan struktur konsolidasi setelah reli kuat sebelumnya, dengan pergerakan saat ini berada di dalam pola segitiga yang mengindikasikan fase penentuan arah. Terlihat adanya pembentukan lower high yang menandakan tekanan jual masih muncul di area resistance sekitar 106, sementara zona Fibonacci 23,6% hingga 38,2% menjadi area kunci yang sedang diuji. Selama harga belum mampu menembus area puncak sebelumnya, momentum kenaikan cenderung tertahan meski tren besar masih mengarah naik.
Jika harga mampu bertahan di atas area support sekitar 103 dan berhasil menembus resistance terdekat, potensi kenaikan lanjutan terbuka menuju target 108 hingga 111. Sebaliknya, apabila tekanan jual kembali mendominasi dan harga turun menembus support, maka peluang koreksi lebih dalam ke area 101 bahkan 100 semakin besar. Dengan kondisi ini, pelaku pasar disarankan menunggu konfirmasi breakout untuk menentukan arah pergerakan berikutnya.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.