Harga minyak mentah WTI turun di bawah $86 per barel pada perdagangan Selasa (10/02) setelah sebelumnya melonjak mendekati $120 pada sesi sebelumnya. Penurunan tajam ini terjadi setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberi sinyal bahwa konflik dengan Iran berpotensi segera berakhir. Ia menyatakan operasi militer Amerika berjalan lebih cepat dari jadwal awal, sehingga ketegangan geopolitik yang sempat memicu lonjakan harga energi mulai mereda.
Selain itu, Trump juga mengungkapkan rencana untuk melonggarkan sanksi terkait minyak serta menugaskan Angkatan Laut AS mengawal kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz. Langkah tersebut bertujuan menjaga stabilitas pasokan global sekaligus menahan kenaikan harga minyak. Di sisi lain, para menteri keuangan negara G7 menyatakan kesiapan mereka untuk melepas cadangan minyak strategis jika diperlukan guna menenangkan pasar energi dunia.
Sebelumnya, harga minyak sempat melonjak tajam pada Senin setelah sejumlah produsen utama Timur Tengah mengurangi produksi akibat gangguan pengiriman di Selat Hormuz. Pembatasan lalu lintas kapal tanker membuat fasilitas penyimpanan cepat penuh. Beberapa negara penghasil besar seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Irak pun mulai menahan produksi, memicu kekhawatiran pasar terhadap ketersediaan pasokan energi global.
OPINI ANALIS TRAZE

Analisis teknikal WTI Oil (USOIL) timeframe 1 jam menunjukkan harga sedang mencoba bangkit setelah mengalami koreksi tajam dari puncak terbaru. Penurunan sebelumnya membentuk pola retracement yang mengarah ke area support penting di sekitar 77.00 – 80.00, yang juga bertepatan dengan garis tren naik jangka pendek. Area ini menjadi zona krusial karena sebelumnya berfungsi sebagai level permintaan kuat yang mampu menahan tekanan jual. Selama harga bertahan di atas support tersebut, peluang pemulihan masih terbuka.
Jika momentum beli kembali menguat, harga minyak berpotensi bergerak menuju target pertama di kisaran 94.17 sebelum melanjutkan kenaikan ke area resistensi berikutnya di sekitar 101.20. Struktur grafik juga memperlihatkan kemungkinan pembentukan higher low yang dapat memperkuat skenario rebound dalam jangka pendek. Namun, apabila tekanan jual mendorong harga turun menembus 77.00, tren kenaikan berisiko melemah dan membuka ruang penurunan lebih dalam menuju zona support berikutnya.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.