Harga emas bertahan di kisaran USD 5.190 per ounce pada Jumat (27/02), melanjutkan penguatan dua hari terakhir dan mencatat potensi kenaikan mingguan keempat berturut-turut. Pergerakan ini terjadi di tengah kekhawatiran pasar terhadap kebijakan dagang Amerika Serikat serta meningkatnya risiko geopolitik global. Investor cenderung mencari aset lindung nilai ketika ketidakpastian meningkat, sehingga logam mulia tetap diminati.
Kebijakan tarif baru Presiden Donald Trump sebesar 10% untuk seluruh impor resmi berlaku pekan ini, dengan peluang kenaikan hingga 15% bagi sejumlah negara setelah putusan Mahkamah Agung Amerika Serikat yang membatasi penerapan bea masuk lebih luas. Di sisi lain, negosiasi antara Washington dan Teheran dijadwalkan kembali digelar pekan depan usai ada perkembangan awal, meski sumber pejabat AS menyebut hasil pertemuan sebelumnya belum sepenuhnya memuaskan. Situasi ini menjaga sentimen pasar tetap waspada.
Dari arah kebijakan moneter, pelaku pasar mencermati sinyal dari Federal Reserve terkait peluang penurunan suku bunga. Presiden Federal Reserve Bank of Chicago, Austan Goolsbee, membuka peluang pemangkasan jika inflasi mereda, sementara Gubernur Federal Reserve Board of Governors, Stephen Miran, mendukung pelonggaran agresif pada 2026. Meski demikian, probabilitas pemotongan pada pertengahan tahun turun ke sekitar 50%, dan ekspektasi pelonggaran tambahan hingga akhir tahun semakin menipis, membatasi ruang kenaikan emas lebih lanjut.
OPINI ANALIS TRAZE

Harga XAUUSD pada timeframe satu jam terlihat bergerak dalam fase konsolidasi setelah reli kuat sebelumnya. Struktur terbaru menunjukkan pembentukan higher low di atas area support kunci sekitar 5.140 – 5.155, sementara resistance terdekat berada di zona 5.218 – 5.252 yang menjadi supply area sekaligus batas minor high terakhir. Selama harga bertahan di atas garis tren naik dan tidak menembus area invalidasi di bawah 5.120, peluang lanjutan bullish masih terbuka dengan potensi uji ulang puncak sebelumnya.
Dari sisi teknikal, pantulan dari area Fibonacci 61,8% mengindikasikan respons beli yang cukup solid. Skenario positif mengarah pada breakout bersih di atas 5.220 untuk membuka ruang kenaikan menuju 5.250 hingga 5.295. Sebaliknya, kegagalan mempertahankan support dapat memicu tekanan jual jangka pendek dan membawa harga kembali ke zona demand lebih rendah. Dengan struktur yang masih konstruktif, fokus trader saat ini tertuju pada konfirmasi penembusan resistance sebagai pemicu momentum berikutnya.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.