Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) bergerak di sekitar $56,00 per barel pada perdagangan Asia Kamis (18/12), dengan tekanan ringan seiring meningkatnya optimisme terhadap potensi kesepakatan damai Rusia–Ukraina. Harapan meredanya konflik ini memicu kekhawatiran bertambahnya pasokan global, sehingga menahan laju kenaikan harga minyak dalam jangka pendek.
Jika perdamaian tercapai, kembalinya minyak mentah Rusia ke pasar yang sudah relatif longgar berpotensi menekan harga lebih jauh. Menurut analis geopolitik Rystad Energy, serangan terhadap infrastruktur energi Ukraina serta sanksi AS terhadap perusahaan minyak Rusia kemungkinan besar akan dicabut dalam waktu cepat, membuka ruang suplai baru bagi pasar energi global.
Meski demikian, penurunan WTI berpeluang terbatas oleh faktor geopolitik lain. Presiden AS Donald Trump menegaskan pemblokiran kapal tanker yang terkena sanksi terkait Venezuela, meningkatkan risiko gangguan pasokan regional. Selain itu, data EIA menunjukkan penurunan stok minyak AS sebesar 1,274 juta barel, lebih besar dari ekspektasi pasar, yang dapat menjadi katalis penopang harga minyak ke depan.
OPINI ANALIS TRAZE

Harga minyak WTI (USOIL) masih bergerak di bawah tekanan setelah gagal mempertahankan momentum pemulihan, dengan harga tertahan di area $56,00 – $56,20. Secara teknikal, struktur pasar menunjukkan tren bearish yang masih dominan, terlihat dari rangkaian lower high serta penolakan harga di area Fibonacci 23,6% – 38,2%, yang kini berperan sebagai zona resistance dinamis.
Selama WTI belum mampu menembus area $57,50 – $58,20, risiko penurunan lanjutan tetap terbuka menuju support $54,80 hingga potensi ekstensi ke $53,40. Skenario koreksi jangka pendek memang memungkinkan, namun selama harga berada di bawah garis tren turun, tekanan jual cenderung mendominasi. Kondisi ini menandakan pasar masih berhati-hati terhadap prospek pasokan global dan sentimen fundamental yang rapuh.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.