Harga minyak WTI melemah mendekati level enam puluh tiga dolar per barel pada awal pekan, melanjutkan penurunan sebelumnya setelah kekhawatiran konflik Amerika Serikat dan Iran mereda. Pernyataan positif dari kedua pihak terkait kelanjutan dialog diplomatik mengurangi risiko gangguan pasokan dari kawasan Timur Tengah, sehingga tekanan pada harga energi semakin terasa di pasar global.
Meski tensi sedikit mereda, ketidakpastian belum sepenuhnya hilang. Presiden Trump memperingatkan konsekuensi serius jika kesepakatan terkait program nuklir Iran gagal tercapai, sementara Teheran menegaskan tetap melanjutkan pengayaan uranium. Situasi ini membuat pelaku pasar tetap waspada terhadap potensi perubahan cepat yang dapat memengaruhi stabilitas suplai minyak dunia.
Di sisi lain, perhatian juga tertuju pada arus perdagangan energi dari India setelah muncul pernyataan bahwa New Delhi akan menghentikan pembelian minyak Rusia sebagai bagian dari kesepakatan dagang. Namun, India belum memberikan konfirmasi resmi dan menekankan pentingnya menjaga ketahanan energi nasional. Investor kini menantikan pembaruan analisis dari OPEC+ dan IEA guna memperoleh gambaran terbaru mengenai keseimbangan pasokan dan permintaan.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan USOIL timeframe satu jam masih berada dalam tekanan setelah gagal menembus area supply di bagian atas dan membentuk lower high. Harga kini bergerak di dalam struktur menurun dengan garis tren turun yang membatasi ruang kenaikan. Area demand di bawah menjadi penopang penting jika pelemahan berlanjut, sementara resistance terdekat berada di sekitar garis tren dan level retracement tengah.
Selama harga tertahan di bawah resistance tersebut, peluang koreksi lebih dalam menuju zona demand tetap terbuka. Namun, jika mampu menembus garis tren turun dan bertahan di atasnya, minyak berpotensi membangun pemulihan jangka pendek sebelum menentukan arah berikutnya.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.