Harga minyak WTI bergerak di bawah USD 63 per barel pada akhir pekan, mempertahankan sebagian besar penurunan tajam sesi sebelumnya dan mengarah pada pelemahan mingguan beruntun. Tekanan datang dari kekhawatiran kelebihan pasokan yang terus membayangi pasar energi global, sehingga membatasi peluang pemulihan dalam jangka pendek.
Laporan bulanan dari International Energy Agency memperkirakan pasar minyak berpotensi mengalami surplus lebih dari 3,7 juta barel per hari pada 2026, yang menjadi rekor rata-rata kelebihan pasokan tahunan. Lembaga tersebut juga memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan global serta mencatat peningkatan persediaan sepanjang 2025 sebagai yang tercepat sejak masa pandemi 2020.
Di sisi geopolitik, Donald Trump menyatakan negosiasi dengan Iran masih dapat berlangsung hingga satu bulan ke depan, sehingga meredakan risiko gangguan suplai dalam waktu dekat. Pendekatan diplomatik terhadap isu nuklir dinilai menekan premi risiko, sementara aksi jual luas di pasar keuangan global turut membebani pergerakan harga minyak.
OPINI ANALIS TRAZE

WTI Oil pada timeframe satu jam masih berada dalam tekanan setelah gagal bertahan di area resistance 64.80 – 65.60. Munculnya change of character dan penembusan tren turun mengindikasikan dominasi seller, dengan harga kini menguji support 62.20.
Selama tertahan di bawah 64.30, peluang kenaikan diperkirakan terbatas. Jika 62.20 ditembus, harga berpotensi melanjutkan pelemahan menuju demand zone 61.30.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.