Harga minyak WTI melemah lebih dari tiga persen mendekati kisaran enam puluh tiga dolar per barel pada perdagangan Senin (02/02), terkoreksi dari puncak beberapa bulan terakhir. Penurunan ini terjadi seiring meredanya premi risiko geopolitik setelah muncul sinyal kemajuan dalam negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran. Pernyataan Presiden Trump bahwa Teheran “serius berbicara” dengan Washington memperkuat ekspektasi pasar bahwa ketegangan yang sebelumnya memanas mulai mereda.
Situasi ini berbalik dari kondisi bulan lalu ketika ancaman aksi militer dan peringatan balasan mendorong lonjakan harga minyak akibat kekhawatiran gangguan pasokan di kawasan Timur Tengah. Saat itu, pasar bereaksi cepat terhadap potensi risiko di jalur distribusi energi global, terutama di sekitar Selat Hormuz yang menjadi rute vital perdagangan minyak dunia.
Tanda de-eskalasi semakin jelas setelah laporan bahwa pasukan laut Garda Revolusi Iran tidak berencana menggelar latihan tembak di wilayah tersebut. Di sisi lain, keputusan OPEC+ untuk mempertahankan tingkat produksi pada Maret sesuai kebijakan pembekuan pasokan sebelumnya turut menjaga keseimbangan suplai. Kombinasi meredanya ketegangan dan stabilnya kebijakan produksi membuat tekanan jual mendominasi pergerakan harga minyak dalam jangka pendek.
OPINI ANALIS TRAZE
Grafik USOIL timeframe satu jam menunjukkan penolakan kuat di area supply zone setelah harga gagal melanjutkan kenaikan dan membentuk pola weak high. Terlihat change of character yang diikuti penembusan struktur naik sebelumnya, menandakan pergeseran kendali dari pembeli ke penjual. Reaksi di beberapa level Fibonacci memperlihatkan bahwa setiap upaya pemulihan cepat kembali ditekan, mencerminkan dominasi tekanan jual dalam fase ini.
Harga kini mendekati demand zone yang berpotensi memicu pantulan teknikal jangka pendek. Namun selama pergerakan tertahan di bawah zona suplai terdekat, peluang pelemahan lanjutan masih terbuka menuju area likuiditas berikutnya. Osilator yang bergerak di wilayah lemah turut mengonfirmasi momentum bearish, sehingga reli yang terjadi cenderung bersifat sementara sebelum tekanan kembali muncul.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.