WTI Terus Melemah Karena Pasokan Berlimpah dari Venezuela
West Texas Intermediate (WTI) kembali jatuh untuk hari kedua berturut-turut, dipicu kekhawatiran pasar terhadap pasokan yang melimpah setelah Amerika Serikat menyatakan akan menjual minyak Venezuela ke pasar global. Sentimen ini menekan harga WTI mendekati level yang terakhir terlihat pada pertengahan Desember, seiring tekanan jual terus mendominasi perdagangan minyak mentah.
Perubahan Geopolitik dan Dampaknya ke Pasar Energi
Langkah AS menangkap pemimpin Venezuela dan mengumumkan akan mengendalikan serta memasarkan minyak negara itu secara luas memperburuk kekhawatiran kelebihan pasokan. Investor juga mencermati kemungkinan jutaan barel yang semula ditahan dibebaskan ke pasar, yang dapat menambah tekanan pada harga.
Reaksi Pasar dan Gambaran ke Depan
Meski data menunjukkan penurunan persediaan minyak di AS, dukungan harga tetap lemah karena fokus pelaku pasar tetap pada potensi pasokan ekstra dari Venezuela. Analis memperkirakan tren oversupply akan menghambat pemulihan nilai, kecuali ada perubahan fundamental lain yang signifikan.
OPINI ANALIS TRAZE
Harga WTI Oil masih berada dalam tekanan setelah gagal bertahan di area supply zone sekitar 57.0–57.8, yang bertepatan dengan order block dan retracement Fibonacci 78.6%. Penolakan kuat di zona tersebut memicu pergeseran struktur pasar ke arah bearish, ditandai dengan munculnya Change of Character (CHoCH) dan penurunan beruntun menuju area konsolidasi bawah. Selama harga tetap bergerak di bawah resistance ini, peluang pemulihan dinilai terbatas.
Dari sisi teknikal lanjutan, support terdekat berada di kisaran 55.7–55.4, yang menjadi area weak low dan target penurunan berikutnya. Jika level ini ditembus, tekanan jual berpotensi berlanjut menuju zona demand lebih dalam di sekitar 55.0 hingga 54.5. Namun, pantulan teknikal jangka pendek masih mungkin terjadi selama harga mampu bertahan di atas support minor, meski bias utama pasar tetap condong bearish dalam waktu dekat.