Harga WTI crude oil bergerak fluktuatif di sekitar USD 57,2 per barel, mencerminkan sikap hati-hati pasar setelah serangan Amerika Serikat ke Venezuela dan penangkapan Presiden Nicolas Maduro. Investor menimbang dampak geopolitik tersebut terhadap pasokan energi global, mengingat Venezuela memiliki cadangan minyak terbukti terbesar di dunia. Ketidakpastian ini menjaga volatilitas tetap tinggi meski belum memicu lonjakan harga signifikan.
Sebagian analis menilai gangguan pasokan akan terbatas karena produksi minyak Venezuela saat ini berada di bawah 1 juta barel per hari, kurang dari 1% suplai global. Namun, pandangan berbeda muncul dengan kekhawatiran tekanan geopolitik AS yang semakin agresif terhadap negara-negara produsen lain, termasuk Iran, berpotensi memperketat ketersediaan minyak dalam beberapa bulan ke depan.
Di sisi lain, Gedung Putih dikabarkan mendorong perusahaan Amerika untuk berperan dalam menghidupkan kembali industri minyak Venezuela. Langkah ini dikaitkan dengan upaya kompensasi atas aset yang disita pemerintah Venezuela sekitar dua dekade lalu. Kebijakan tersebut berpotensi mengubah dinamika sektor energi kawasan, sekaligus menjadi faktor penentu arah harga minyak ke depan.
OPINI ANALIS TRAZE
Pergerakan WTI Oil (USOIL) pada timeframe 1 jam menunjukkan tekanan bearish jangka pendek setelah harga tertahan di area supply 57.90 – 58.40. Penolakan kuat dari zona tersebut memicu pembalikan arah, diperkuat dengan struktur lower high yang menandakan dominasi seller mulai meningkat. Harga kini bergerak di bawah level Fibonacci 38.2% – 50%, mencerminkan melemahnya momentum beli.
Secara teknikal, selama WTI gagal kembali menembus area supply, potensi penurunan terbuka menuju support 56.40 hingga 55.95 yang berfungsi sebagai area demand kuat. Koreksi naik bersifat terbatas dan cenderung dimanfaatkan untuk distribusi. Skenario bearish tetap valid selama harga berada di bawah 57.70, dengan volatilitas yang berpotensi meningkat dalam waktu dekat.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.