HomeMarket NewsMinyak WTI Membara! Ancaman Hormuz Guncang Pasar Energi Global

Harga WTI crude oil melonjak ke kisaran USD 75 per barel pada Rabu (04/03), menandai kenaikan empat hari beruntun. Penguatan terjadi setelah pemerintah Donald Trump mengusulkan pengawalan angkatan laut bagi kapal tanker yang melintasi Strait of Hormuz. Melalui skema penjaminan dari U.S. International Development Finance Corporation, Washington berupaya menjaga kelancaran distribusi energi dan perdagangan global di tengah meningkatnya risiko gangguan jalur pelayaran strategis tersebut.

Ketegangan geopolitik yang memasuki hari kelima turut memperkuat sentimen pasar, terutama setelah serangan besar dilancarkan oleh Israel. Di sisi lain, Iraq mulai menghentikan sebagian operasional di ladang minyak utamanya, langkah yang berpotensi memangkas produksi nasional secara signifikan. Kombinasi faktor ini memicu kekhawatiran pasokan global akan semakin ketat dalam waktu dekat.

Namun, kenaikan harga dibayangi data persediaan dari American Petroleum Institute yang menunjukkan stok minyak mentah Amerika Serikat bertambah 5,6 juta barel pekan lalu, melampaui ekspektasi pasar. Kenaikan tersebut memperpanjang lonjakan sebelumnya sebesar 11,4 juta barel dan memberi sinyal permintaan domestik masih lemah. Dinamika ini membuat pergerakan harga minyak tetap volatil di tengah tarik-menarik antara risiko suplai dan tekanan inventori.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga USOIL (WTI) pada grafik satu jam menunjukkan struktur bullish setelah terjadi breakout kuat disertai break of structure yang mengangkat harga dari area demand menuju puncak terbaru. Saat ini pergerakan sedang melakukan konsolidasi sehat di atas level Fibonacci 38,2% – 50%, menandakan minat beli masih terjaga. Selama harga bertahan di atas area support kunci sekitar 71 – 70 dolar, peluang melanjutkan kenaikan tetap terbuka dengan target terdekat di sekitar 77 dolar dan potensi ekstensi menuju area 79 dolar sebagai resistance berikutnya.

Namun, skenario positif dapat melemah apabila terjadi penembusan tegas di bawah zona invalidasi tersebut. Koreksi lebih dalam berisiko membawa harga kembali menguji demand zone di kisaran 66 dolar. Secara keseluruhan, tren jangka pendek masih condong naik, dengan bias perdagangan mengutamakan peluang beli saat terjadi pullback terukur selama struktur higher low tetap terjaga.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Peringatan Risiko: Trading forex memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar valuta asing, Anda harus mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan toleransi risiko Anda. Ada kemungkinan Anda akan kehilangan sebagian atau seluruh modal awal Anda, sehingga Anda tidak boleh menginvestasikan uang yang tidak siap untuk Anda rugikan. Pastikan Anda sepenuhnya memahami semua risiko yang terlibat dalam trading forex dan, jika diperlukan, carilah saran dari penasihat keuangan independen. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Semua keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi, dan tidak ada jaminan dari pihak mana pun bahwa Anda akan memperoleh keuntungan dari trading forex.

Disclaimer: Trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Anda dapat mengalami kerugian yang signifikan dalam waktu singkat. Jumlah uang yang Anda rugikan bisa lebih besar dari dana awal (Initial Margin) yang Anda setorkan ke Pialang Berjangka. Anda bisa kehilangan seluruh Margin Anda serta Margin tambahan yang ditempatkan di Pialang Berjangka untuk mempertahankan posisi Kontrak Derivatif Anda dalam Sistem Trading Alternatif. Hal ini karena Trading Berjangka sangat dipengaruhi oleh leverage, di mana investasi yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan nilai aset yang jauh lebih tinggi. Jika Anda tidak siap menghadapi risiko tersebut, sebaiknya Anda tidak melakukan trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif.

PT Traze Andalan Futures adalah Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan Nomor Izin Usaha: 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005 dan nomor izin SPA: 1294/BAPPEBTI/SP/7/2007, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Nomor Persetujuan Prinsip: S-161/PM.02/2025, Bank Indonesia (BI) dengan Nomor Terdaftar: 27/289/DPPK/Srt/B

PT Traze Andalan Futures merupakan Anggota Bursa Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor: SPAB-084/BBJ/09/04, anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Nomor: 09/AK-KBI/PN-PA/VII/2022, Anggota Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nomor 049/SK/ICDX/DIR/III/2025, anggota Indonesia Clearing House (ICH) Nomor 051/SK/ICH/DIR/III/2025, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) Nomor 0055/ASPEBTINDO/ANG-B/7/2015.

Seluruh layanan dan produk yang dapat diakses melalui situs www.traze.co.id disediakan oleh PT Traze Andalan Futures dengan alamat terdaftar perusahaan berlokasi di Sinarmas Land Plaza Sudirman (dh. Sinarmas MSIG Tower), Lantai 35, Jl. Jenderal Sudirman KAV 21, Kuningan, Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12920 – Indonesia.

Harap diperhatikan bahwa PT Traze Andalan Futures tidak menyediakan layanan bagi penduduk di yurisdiksi tertentu, termasuk tetapi tidak terbatas pada Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Mesir, Iran, Korea Utara (Democratic People’s Republic of Korea), dan Uni Eropa.

Official Website: www.traze.co.id | © 2026 Traze