Harga minyak mentah WTI menguat ke kisaran US$59,7 per barel pada perdagangan Selasa (13/01), menandai level tertinggi dalam lebih dari satu bulan terakhir. Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap pasokan global, setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan kebijakan tarif baru yang menyasar mitra dagang Iran.
Trump menyatakan akan mengenakan tarif 25% terhadap barang dari negara mana pun yang tetap melakukan bisnis dengan Iran, sebagai langkah menekan Teheran di tengah gelombang protes domestik. Kebijakan tersebut disebut berlaku segera, ditambah peringatan kemungkinan tindakan militer, sehingga meningkatkan ketidakpastian geopolitik dan memicu reaksi pasar energi.
Ketegangan ini memunculkan kekhawatiran terganggunya ekspor minyak Iran, yang selama ini menjadi salah satu penopang pasokan dunia. Tekanan suplai juga datang dari kawasan lain, di mana produksi minyak Kazakhstan terhambat cuaca buruk, aktivitas perawatan, serta kerusakan infrastruktur Rusia akibat serangan drone Ukraina, sehingga menopang reli harga WTI.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan WTI Oil pada timeframe satu jam menunjukkan tren naik yang mulai terkonsolidasi setelah reli tajam dari area strong low. Harga bergerak di atas garis tren naik dan bertahan di zona demand, menandakan minat beli masih dominan meski muncul tekanan ambil untung jangka pendek. Struktur pasar tetap positif selama harga tidak menembus area invalidasi support di bawah demand utama.
Dari sisi teknikal, resistance kunci berada di area supply dekat puncak terbaru yang berpotensi memicu pullback sehat sebelum kelanjutan arah naik. Jika harga mampu menembus dan bertahan di atas zona tersebut, peluang penguatan lanjutan menuju area atas terbuka lebar. Sebaliknya, penurunan ke area Fibonacci menengah berpotensi menjadi titik reaksi buyer, sehingga fokus pasar tertuju pada konfirmasi harga di sekitar demand.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.