Harga minyak mentah WTI kembali menguat dan menembus level $91 per barel pada Kamis (26/03), setelah sempat tertekan di sesi sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh ketidakpastian geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang masih memanas, sehingga memicu kekhawatiran pasokan energi global. Kondisi ini membuat pelaku pasar kembali melirik minyak sebagai aset strategis di tengah risiko gangguan distribusi.
Situasi semakin kompleks setelah Iran menegaskan tidak akan membuka jalur negosiasi dengan AS dan menolak usulan gencatan senjata. Teheran justru mengajukan syarat sendiri, termasuk tuntutan kendali penuh atas Selat Hormuz yang menjadi jalur vital perdagangan minyak dunia. Di sisi lain, Gedung Putih menyatakan bahwa upaya diplomasi masih berlangsung, bahkan dilaporkan telah mengirim proposal perdamaian melalui Pakistan guna meredakan konflik dan membuka kembali jalur pelayaran penting tersebut.
Ketegangan ini berdampak besar pada distribusi minyak global, terutama karena hampir tertutupnya Selat Hormuz yang menyebabkan hilangnya jutaan barel pasokan harian. Meski sebagian kapal masih beroperasi dengan perlindungan Iran, negara-negara sekutu AS di kawasan Asia-Pasifik seperti Korea Selatan, Australia, dan Filipina mulai menghadapi ancaman krisis bahan bakar. Situasi ini memperkuat kekhawatiran pasar terhadap stabilitas pasokan energi dalam waktu dekat.
OPINI ANALIS TRAZE

Harga minyak WTI pada timeframe 1 jam menunjukkan sinyal pemulihan setelah membentuk struktur higher low yang kuat di area support sekitar 84.90. Pergerakan bullish mulai terkonfirmasi dengan munculnya break of structure (BOS) di dekat level 90.00, menandakan momentum beli kembali mendominasi. Selama harga mampu bertahan di atas area support minor 88.70 – 89.00, potensi kenaikan masih terbuka dengan target terdekat di kisaran 94.70 hingga 97.40.
Namun, skenario koreksi tetap perlu diwaspadai jika harga gagal mempertahankan area breakout dan kembali turun ke bawah 88.70. Penurunan lebih dalam berisiko membawa harga menguji ulang zona demand kuat di sekitar 84.90 sebagai area invalidasi tren naik. Secara keseluruhan, bias jangka pendek cenderung bullish dengan peluang lanjutan naik, selama struktur harga tetap menjaga pola higher low dan tidak menembus support kunci.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.