Harga WTI crude oil naik mendekati $64 per barel pada perdagangan Kamis (29/01), mencatat kenaikan tiga sesi berturut-turut dan menyentuh level tertinggi sejak akhir September. Kenaikan ini dipicu meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan global setelah Amerika Serikat memperingatkan kemungkinan aksi militer jika Iran gagal mencapai kesepakatan nuklir. Pernyataan Presiden Donald Trump mengenai kesiapan armada laut AS di kawasan tersebut meningkatkan ketegangan geopolitik yang langsung tercermin pada lonjakan harga minyak.
Timur Tengah yang menyuplai sekitar sepertiga kebutuhan minyak dunia menjadi sorotan utama investor. Risiko eskalasi konflik dinilai dapat menghambat distribusi energi, terutama jika terjadi gangguan di Selat Hormuz, jalur vital pengiriman minyak mentah dan LNG. Iran menyatakan terbuka untuk dialog, namun juga memperingatkan akan memberikan respons besar jika mendapat provokasi, sembari memperkuat jalur diplomasi dengan negara-negara kawasan untuk mencegah situasi semakin memanas.
Di sisi lain, pelemahan dolar AS ke level terendah hampir empat tahun turut mendukung kenaikan harga komoditas berbasis dolar. Kondisi ini membuat minyak mentah lebih menarik bagi pembeli global karena menjadi relatif lebih murah dalam mata uang lain. Kombinasi ketegangan geopolitik dan faktor mata uang tersebut menjadi pendorong utama reli harga WTI dalam beberapa sesi terakhir.
OPINI ANALIS TRAZE
Harga WTI USOIL pada timeframe satu jam menunjukkan struktur bullish yang kuat setelah terjadi Break of Structure di area 63.34. Pergerakan naik membentuk higher high dan higher low yang menandakan dominasi buyer masih terjaga. Saat ini harga berada di dekat area resistance minor sekitar 63.70 – 64.20, yang sebelumnya menjadi titik reaksi jual. Selama tidak ada penutupan candle kuat di bawah area struktur tersebut, peluang kelanjutan tren naik masih terbuka.
Area demand zone terlihat jelas di rentang 62.30 – 62.80 yang beririsan dengan level Fibonacci retracement, menjadi zona pantul potensial jika terjadi koreksi. Level 61.90 menjadi batas invalidasi support yang perlu diperhatikan karena penembusan di bawahnya dapat memicu perubahan momentum jangka pendek. Skenario ideal bagi buyer adalah menunggu pullback sehat ke area demand sebelum melanjutkan dorongan menuju resistance berikutnya di atas 64.20.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.