Minyak mentah WTI diperdagangkan di sekitar level US$59 per barel pada awal pekan (12/01), setelah mencatat rally dua hari terbesar sejak Oktober akibat meningkatnya kekhawatiran gangguan pasokan global. Aksi protes yang berkepanjangan di Iran serta risiko politik di Venezuela menjadi faktor utama di balik kenaikan harga, dengan potensi gangguan ekspor dari kedua negara yang masih menghantui pasar energi internasional. Sentimen geopolitik ini telah mendorong premi risiko yang kuat pada harga minyak, meskipun tekanan dari pasokan berlebih tetap membatasi lonjakan lebih jauh.
Situasi di Iran terus diamati karena demonstrasi luas yang dilaporkan meluas ke berbagai wilayah, meningkatkan kekhawatiran investor terhadap pasokan dari anggota penting OPEC. Sementara itu, ketidakpastian mengenai aliran minyak Venezuela semakin menyumbang ketegangan, terutama setelah perubahan kebijakan Amerika Serikat terkait kontrol ekspor minyak negara itu yang berpotensi mengubah arus pasokan global. Di tengah kondisi ini, pelaku pasar tetap waspada terhadap perkembangan geopolitik dan data pasar yang dapat memengaruhi arah harga minyak dalam jangka pendek.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga minyak WTI pada timeframe satu jam menunjukkan struktur bullish yang mulai terbentuk setelah terjadi perubahan karakter tren atau Change of Character. Harga berhasil memantul dari area demand kuat dan bergerak di atas garis tren naik, menandakan minat beli kembali mendominasi pasar. Selama area support ini mampu dipertahankan, peluang kelanjutan kenaikan masih terbuka.
Dari sudut pandang teknikal, fokus selanjutnya tertuju pada zona resistance atas yang berpotensi menjadi area reaksi harga. Pola koreksi yang terbentuk saat ini terlihat sehat dan berfungsi sebagai fase konsolidasi sebelum pergerakan lanjutan. Selama tidak terjadi penembusan ke bawah area demand, skenario penguatan minyak WTI dalam jangka pendek tetap lebih diunggulkan.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.