Harga minyak WTI bertahan di kisaran USD 61 per barel pada Rabu (14/01), setelah reli empat hari membawa harga mendekati level tertinggi hampir tiga bulan. Pelaku pasar menahan posisi sambil menanti pernyataan pejabat Amerika Serikat terkait Iran, jelang pertemuan penting di Gedung Putih. Sentimen geopolitik kembali menguat usai Presiden Donald Trump membatalkan dialog dengan Teheran hingga aksi protes mereda, sembari menyatakan dukungan terhadap demonstran.
Ketegangan di Iran memicu kekhawatiran gangguan pasokan global, mengingat negara tersebut memproduksi sekitar 3,3 juta barel per hari. Risiko keterlibatan AS serta ancaman tarif baru sebesar 25% bagi negara yang tetap berbisnis dengan Iran menambah tekanan pada sisi suplai. Situasi ini membuat pasar lebih waspada terhadap potensi penyempitan ketersediaan minyak dalam waktu dekat.
Di luar Timur Tengah, gangguan juga terjadi pada ekspor Kazakhstan setelah serangan terhadap dua kapal tanker di dekat terminal Caspian Pipeline Consortium di Laut Hitam. Masalah ini memperparah hambatan pengiriman akibat cuaca ekstrem dan kerusakan fasilitas tambat. Sementara itu, data API menunjukkan lonjakan persediaan minyak mentah AS sebesar 5,3 juta barel pekan lalu, yang berpotensi menjadi kenaikan terbesar dalam dua bulan jika dikonfirmasi data resmi, sehingga menahan laju kenaikan harga lebih lanjut.
OPINI ANALIS TRAZE

Harga WTI Oil pada timeframe satu jam masih bergerak dalam struktur bullish pullback setelah reli kuat sebelumnya. Grafik menunjukkan harga sedang tertahan di area supply zone sekitar resistance terdekat, ditandai dengan tekanan jual jangka pendek dan pola koreksi menurun. Selama penurunan ini tetap bertahan di atas area Fibonacci 0% dan tidak menembus struktur tren naik, peluang kelanjutan arah naik masih terbuka dengan potensi pengujian kembali area puncak sebelumnya.
Di sisi bawah, zona demand menjadi area krusial bagi pembeli, terutama pada kisaran support menengah yang sejalan dengan garis tren naik. Selama harga mampu bertahan di atas area invalidasi support, skenario pantulan teknikal berpotensi mendorong WTI kembali menguat menuju resistance berikutnya. Namun, penembusan bersih ke bawah demand akan mengubah bias menjadi lebih hati-hati dan membuka ruang koreksi lebih dalam.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.