Harga minyak WTI naik ke kisaran $66,2 per barel pada Rabu (25/02) setelah dua sesi penurunan, didorong kekhawatiran risiko pasokan global. Pelaku pasar mencermati perkembangan pembicaraan nuklir antara United States dan Iran yang memasuki putaran lanjutan, sementara pernyataan pejabat Teheran tentang komitmen mencapai kesepakatan menambah optimisme. Di sisi lain, Donald Trump menegaskan preferensi pada jalur diplomasi, namun tetap memberi sinyal konsekuensi serius bila negosiasi gagal.
Fokus utama pasar juga tertuju pada Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Setiap eskalasi ketegangan di wilayah tersebut berpotensi mengganggu distribusi energi global dan memicu lonjakan harga. Ketidakpastian geopolitik ini membuat pelaku pasar cenderung berhati-hati dalam mengambil posisi, sembari menunggu kejelasan arah kebijakan dan hasil perundingan.
Selain faktor geopolitik, investor menilai dampak kebijakan perdagangan baru dari United States terhadap prospek permintaan energi. Penerapan tarif global sebesar 10% yang tengah diupayakan meningkat menjadi 15% berpotensi menekan aktivitas ekonomi dan konsumsi bahan bakar. Kombinasi risiko pasokan dan tekanan permintaan membuat pergerakan minyak tetap fluktuatif dalam jangka pendek.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan USOIL (WTI) pada timeframe intraday menunjukkan fase pemulihan setelah menyentuh demand zone di area 65.50. Harga mulai membentuk struktur higher low dan bergerak naik mendekati level 0.0 Fibonacci di sekitar 66.41, menandakan tekanan beli mulai menguat. Selama harga mampu bertahan di atas area support 65.86 – 65.70, peluang rebound tetap terbuka dengan target kenaikan menuju resistance terdekat di 66.65 hingga supply zone kuat di kisaran 66.96.
Namun, pergerakan masih berpotensi mengalami koreksi sehat sebelum melanjutkan kenaikan. Area retracement di 66.20 – 65.96 dapat menjadi zona entry potensial bagi buyer. Jika harga turun dan menembus level invalidasi di bawah 65.51, struktur bullish akan melemah dan membuka peluang penurunan lebih dalam. Secara keseluruhan, bias jangka pendek masih cenderung naik selama support utama tetap terjaga.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.