Harga minyak mentah WTI turun di bawah $95 per barel pada Rabu (18/03), mengoreksi kenaikan sesi sebelumnya di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Pelaku pasar kini lebih berhati-hati dalam merespons konflik yang terus berkembang, terutama terkait ketidakpastian jalur distribusi energi global melalui Selat Hormuz yang sangat strategis.
Situasi semakin memanas setelah Iran mengonfirmasi tewasnya salah satu pejabat penting dalam struktur keamanan nasionalnya. Dalam beberapa hari terakhir, serangan terhadap infrastruktur energi di kawasan meningkat, termasuk target di wilayah timur Arab Saudi. Kondisi ini memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan minyak dunia, meskipun sebagian kapal masih diizinkan melintas dengan syarat tertentu.
Di sisi lain, dinamika politik internasional turut memengaruhi sentimen pasar. Upaya Amerika Serikat untuk menggalang dukungan sekutu dalam mengamankan jalur pelayaran tidak mendapat respons positif. Bahkan, perubahan sikap dalam strategi diplomasi menambah ketidakpastian. Kombinasi faktor geopolitik dan kebijakan ini membuat pergerakan harga minyak tetap fluktuatif dengan potensi volatilitas tinggi dalam jangka pendek.
OPINI ANALIS TRAZE

Harga USOIL pada timeframe 1 jam menunjukkan tekanan bearish setelah gagal bertahan di area resistance sekitar 95,90 – 97,60. Struktur pergerakan membentuk lower high yang menandakan melemahnya momentum naik, diperkuat dengan penolakan di zona Fibonacci 61,8%. Breakdown dari trendline naik juga menjadi sinyal perubahan arah jangka pendek, mengindikasikan dominasi seller mulai meningkat.
Selama harga bergerak di bawah area resistance tersebut, potensi penurunan masih terbuka menuju support 92,00 sebagai target terdekat, dengan peluang lanjutan ke kisaran 90,40 hingga 88,80. Namun, jika terjadi rebound kuat dan harga kembali menembus area 95,00, skenario bearish bisa tertunda. Konfirmasi arah selanjutnya bergantung pada reaksi harga di area kunci tersebut serta terbentuknya struktur lower low lanjutan.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.