Harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate crude oil (WTI) turun ke kisaran $101,7 per barel pada Rabu (01/04) pagi, melanjutkan pelemahan dari sesi sebelumnya. Penurunan ini dipicu meningkatnya harapan meredanya konflik di Timur Tengah setelah laporan The Wall Street Journal menyebut Donald Trump mempertimbangkan penghentian operasi AS sebelum jalur strategis Selat Hormuz kembali dibuka, guna menghindari konflik berkepanjangan. Presiden Iran juga mengisyaratkan kesiapan menghentikan ketegangan jika ada jaminan keamanan.
Meski begitu, pasar masih dibayangi keraguan karena tuntutan keras Iran sebelumnya serta keberadaan pasukan AS yang terus meningkatkan potensi eskalasi ulang. Kondisi ini membuat pergerakan harga tetap fluktuatif, mencerminkan tarik-menarik antara harapan damai dan risiko geopolitik yang belum sepenuhnya mereda.
Di sisi lain, tekanan tambahan datang dari data persediaan minyak AS yang melonjak tajam sebesar 10,263 juta barel pada pekan terakhir Maret, jauh berlawanan dengan ekspektasi penurunan. Lonjakan stok ini memperkuat sentimen bearish jangka pendek. Meski demikian, secara bulanan harga minyak masih mencatat kenaikan hampir 40%, menjadi reli terkuat sejak 2022, didorong gangguan pasokan dan kerusakan infrastruktur di negara-negara produsen utama.
OPINI ANALIS TRAZE
Pergerakan West Texas Intermediate crude oil (WTI) pada timeframe 1 jam menunjukkan pola head and shoulders yang mulai terkonfirmasi, menandakan potensi pembalikan arah setelah tren naik sebelumnya. Harga gagal bertahan di area resistance sekitar 101,5 dan membentuk lower high di sisi right shoulder, diperkuat dengan penembusan garis neckline. Struktur ini mengindikasikan tekanan jual mulai mendominasi, terlebih setelah munculnya perubahan karakter (ChoCh) yang mempertegas pergeseran momentum ke arah bearish.
Secara teknikal, area supply di kisaran 100 – 101 menjadi zona krusial yang kini berfungsi sebagai resistance kuat. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, peluang penurunan masih terbuka menuju support berikutnya di area 97,5 hingga 96,2, bahkan berpotensi lanjut ke 94 jika tekanan berlanjut. Sementara itu, skenario bullish baru akan valid jika harga mampu kembali menembus dan bertahan di atas resistance kunci, yang akan membatalkan pola pembalikan dan membuka ruang kenaikan lanjutan.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.