Harga minyak WTI kembali melemah dan bertahan di area terendah setelah tekanan jual berlanjut meski pasokan global menghadapi berbagai gangguan. Kondisi cuaca ekstrem di Amerika Serikat memangkas produksi minyak secara signifikan, namun sentimen pasar tetap didominasi kekhawatiran perlambatan permintaan energi global yang membatasi ruang pemulihan harga.
Di sisi geopolitik, ketegangan Timur Tengah terus meningkat seiring penguatan kehadiran militer Amerika Serikat di kawasan tersebut. Situasi ini memicu potensi risiko terhadap jalur distribusi energi, sementara konflik Rusia dan Ukraina yang belum menemukan titik temu membuat sanksi terhadap ekspor energi Rusia tetap berlaku. Ketidakpastian ini menciptakan tekanan berlapis bagi pergerakan harga minyak.
Pelaku pasar kini memusatkan perhatian pada pertemuan OPEC+ yang akan datang. Keputusan untuk mempertahankan kebijakan produksi diperkirakan menjadi faktor penentu arah harga selanjutnya. Dengan kombinasi risiko geopolitik dan kebijakan pasokan, volatilitas minyak berpeluang tetap tinggi dalam jangka pendek.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan USOIL pada timeframe satu jam menunjukkan fase koreksi setelah gagal menembus area puncak sebelumnya. Harga saat ini bergerak turun mendekati zona Fibonacci golden ratio yang bertepatan dengan area support dinamis, menandakan adanya potensi penahan tekanan jual. Struktur pasar masih berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan pullback sehat selama demand zone tetap terjaga.
Di sisi atas, supply zone menjadi hambatan utama bagi kelanjutan kenaikan harga minyak. Apabila terjadi reaksi beli yang kuat dari area support, peluang rebound menuju resistance terdekat masih terbuka. Namun, penembusan ke bawah demand zone dapat mengubah bias menjadi bearish lanjutan. Secara teknikal, pasar minyak berada pada titik krusial yang menentukan arah pergerakan berikutnya.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.