Harga minyak WTI bergerak stabil di sekitar $62,8 per barel setelah mencatat penurunan mingguan beruntun pertama tahun ini. Pelaku pasar menyoroti perkembangan geopolitik, terutama putaran kedua pembicaraan Amerika Serikat dan Iran. Pihak Teheran memberi sinyal terbuka untuk kompromi demi kesepakatan nuklir apabila pembahasan pencabutan sanksi ikut dibahas, sehingga berpotensi memengaruhi prospek suplai energi global.
Di waktu yang sama, negosiasi internasional terkait konflik Ukraina juga mulai digelar. Namun peluang tercapainya perdamaian cepat dinilai kecil sehingga kembalinya pasokan Rusia ke pasar dunia belum menjadi skenario utama dalam jangka pendek. Ketidakpastian ini membuat sentimen energi cenderung berhati-hati meski risiko geopolitik tetap tinggi.
Tekanan terbesar justru datang dari sisi fundamental karena pasokan global dinilai melimpah. Sejumlah anggota OPEC disebut memiliki ruang untuk meningkatkan produksi pada April, sementara lembaga energi internasional kembali memproyeksikan surplus besar pada 2026 serta menurunkan perkiraan pertumbuhan permintaan. Kombinasi tersebut menahan kenaikan harga dan menjaga tren pergerakan tetap lemah.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan USOIL timeframe 1 jam menunjukkan harga gagal mempertahankan area supply 63.50 dan membentuk perubahan karakter tren setelah penurunan tajam. Saat ini harga bergerak dalam pola channel naik sempit, menandakan fase koreksi teknikal di tengah tekanan bearish yang masih dominan. Selama tidak mampu kembali di atas resistance tersebut, peluang penolakan turun tetap lebih besar dibanding kelanjutan kenaikan.
Apabila harga menembus bawah struktur channel dan melewati support minor sekitar 62.00, potensi pelemahan menuju demand zone 61.00 semakin terbuka. Namun skenario penurunan dapat tertunda jika breakout kuat terjadi di atas 63.50 karena itu akan mengembalikan momentum beli jangka pendek dan memicu reli lanjutan.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.