Harga minyak WTI bertahan di sekitar $64,3 per barel pada Selasa (10/02), melanjutkan penguatan sebelumnya di tengah ketegangan AS dan Iran yang belum mereda. Washington memperingatkan kapal berbendera AS agar menghindari perairan Iran saat melintasi Selat Hormuz, meski dialog kedua negara dilaporkan menunjukkan perkembangan positif dalam pertemuan di Oman.
Ketidakpastian tetap membayangi peluang terobosan diplomatik karena Iran bersikeras mempertahankan pengayaan uranium, yang menjadi titik krusial bagi AS. Situasi ini menjaga premi risiko geopolitik pada pasar energi dan menopang harga di tengah kekhawatiran gangguan pasokan jalur strategis.
Pelaku pasar juga mencermati sikap India terhadap impor minyak Rusia setelah kesepakatan dagang terbaru dengan AS dikaitkan dengan pembekuan pembelian tersebut. Mengingat India termasuk pembeli utama, potensi penghentian impor dapat memperketat pasokan global dan memberi dukungan tambahan bagi harga minyak.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan USOIL timeframe satu jam masih berada dalam fase konsolidasi di dalam struktur channel menurun. Harga saat ini bergerak di sekitar 64,17 dan mencoba bertahan di atas area support 63,60 – 62,85 yang bertepatan dengan zona demand serta level Fibonacci penting. Reaksi beli yang muncul dari area ini menunjukkan minat akumulasi mulai terbentuk setelah tekanan jual sebelumnya.
Selama harga mampu menjaga area tersebut, peluang kenaikan menuju 64,75 hingga 65,48 di zona suplai tetap terbuka. Namun jika support gagal dipertahankan, risiko penurunan kembali ke 62,50 bahkan mendekati 61 semakin besar. Respons harga di sekitar demand menjadi kunci untuk membaca arah pergerakan minyak selanjutnya.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.