Harga minyak mentah WTI naik ke kisaran $66,5 per barel pada Selasa (24/02), mendekati level tertinggi dalam enam bulan terakhir. Kenaikan ini terjadi karena pelaku pasar memantau secara intensif kelanjutan perundingan antara Amerika Serikat dan Iran yang dijadwalkan berlangsung kembali pekan ini. Harapan tercapainya kesepakatan memberi sentimen positif, namun risiko ketegangan tetap membayangi pasar energi global.
Presiden Donald Trump menyatakan lebih memilih solusi diplomatik, tetapi memperingatkan konsekuensi serius jika kesepakatan nuklir gagal tercapai. Ia juga menepis kekhawatiran bahwa militer menghadapi risiko besar dalam konflik berkepanjangan. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta gangguan pasokan di beberapa wilayah telah menjadi faktor utama yang menopang harga minyak dalam beberapa pekan terakhir.
Di sisi lain, pelaku pasar juga menilai potensi risiko perdagangan setelah rencana penerapan tarif baru kembali mencuat. Kebijakan ini muncul setelah putusan Mahkamah Agung membatalkan sebagian kebijakan bea masuk sebelumnya, sehingga memicu ketidakpastian baru pada arus perdagangan global. Kombinasi faktor geopolitik dan kebijakan ekonomi tersebut membuat pergerakan harga minyak tetap sensitif terhadap perkembangan terbaru di panggung internasional.
OPINI ANALIS TRAZE

Harga minyak mentah WTI pada timeframe 1 jam menunjukkan tanda pemulihan setelah memantul dari area demand yang kuat di sekitar 65,4. Struktur pasar mulai berubah dengan munculnya breakout kecil dan pembentukan higher low, mengindikasikan potensi pembalikan arah jangka pendek. Saat ini harga bergerak di atas level Fibonacci 38,2%, yang berfungsi sebagai support dinamis sekaligus pijakan bagi kelanjutan momentum naik.
Selama harga mampu bertahan di atas zona 50%–61,8% serta tidak menembus area invalidasi support, peluang kenaikan menuju resistance di sekitar 67,2 hingga 67,7 masih terbuka. Skenario bullish akan semakin kuat jika harga berhasil menembus area “weak high” dan membentuk struktur higher high baru. Namun, jika terjadi penurunan di bawah demand zone, maka potensi koreksi lebih dalam dapat terjadi sehingga konfirmasi price action tetap penting sebelum mengambil posisi.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.