Harga minyak mentah WTI melonjak tajam hingga lebih dari $105 per barel pada awal pekan (13/04), membalikkan pelemahan sebelumnya setelah Donald Trump mengumumkan rencana blokade Selat Hormuz. Kebijakan ini muncul usai gagalnya perundingan antara Amerika Serikat dan Iran, yang memicu kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global. Lonjakan ini mencerminkan respons cepat investor terhadap meningkatnya risiko geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Pembatasan hanya berlaku bagi kapal yang keluar-masuk pelabuhan Iran, namun dampaknya tetap signifikan karena jalur tersebut merupakan salah satu rute distribusi minyak terpenting dunia. Negosiasi di Pakistan berakhir tanpa kesepakatan, di mana AS menuding Iran tidak menahan ambisi nuklirnya. Di sisi lain, Iran mengajukan tuntutan besar, mulai dari kendali wilayah strategis hingga akses aset luar negeri yang dibekukan, memperpanjang ketidakpastian di pasar energi.
Penutupan jalur distribusi ini mendorong kenaikan tajam harga minyak dan gas, sekaligus meningkatkan tekanan inflasi global dan risiko perlambatan ekonomi. Meski demikian, Arab Saudi berupaya menstabilkan pasokan dengan memaksimalkan kapasitas pipa East-West menuju Laut Merah serta meningkatkan produksi dari ladang Manifa. Langkah ini sedikit meredakan kekhawatiran, namun volatilitas diperkirakan tetap tinggi selama konflik belum menemukan titik terang.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan USOIL pada timeframe 1 jam menunjukkan lonjakan kuat setelah harga memantul dari area demand di kisaran 89.600. Momentum bullish ini berhasil menembus struktur sebelumnya dan mengonfirmasi perubahan arah jangka pendek, ditandai dengan terbentuknya higher high. Saat ini, harga sedang berkonsolidasi di sekitar 95.000 – 97.000 sebagai area kunci, yang berpotensi menjadi pijakan sebelum melanjutkan kenaikan lebih lanjut.
Selama harga mampu bertahan di atas area support baru sekitar 93.400, peluang melanjutkan rally menuju zona supply di kisaran 100.800 hingga 104.300 tetap terbuka. Namun, jika terjadi penurunan dan menembus support tersebut, maka potensi koreksi lebih dalam ke area 89.600 kembali terbuka. Dengan kondisi volatilitas tinggi, strategi yang disarankan adalah menunggu konfirmasi pergerakan di area krusial sebelum mengambil posisi untuk meminimalkan risiko.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.