Harga minyak mentah WTI melonjak sekitar 10% hingga menembus USD 75 per barel, level tertinggi dalam delapan bulan terakhir, sebelum terkoreksi tipis namun tetap menguat lebih dari 8%. Lonjakan ini dipicu serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang meningkatkan ketegangan di kawasan Timur Tengah. Eskalasi konflik tersebut memicu kekhawatiran pasar terhadap stabilitas pasokan energi global.
Perhatian pelaku pasar kini tertuju pada risiko gangguan di Selat Hormuz, jalur sempit yang menjadi rute sekitar seperlima distribusi minyak dunia. Meskipun Teheran menegaskan bahwa jalur tersebut tetap terbuka, banyak perusahaan pelayaran mulai mengalihkan rute kapal untuk menghindari potensi ancaman keamanan. Situasi ini menambah tekanan pada rantai pasokan energi sekaligus mendorong volatilitas harga minyak di pasar internasional.
Di sisi lain, Iran juga melancarkan serangan balasan terhadap aset Amerika Serikat di sejumlah negara kawasan seperti Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, Yordania, Irak, dan Suriah. Sementara itu, kelompok produsen OPEC+ sepakat meningkatkan produksi sebesar 206.000 barel per hari pada April, namun tambahan pasokan ini dinilai terlalu kecil dibandingkan permintaan global. Kombinasi konflik geopolitik dan keterbatasan suplai membuat harga minyak berpotensi tetap bergejolak dalam waktu dekat.
OPINI ANALIS TRAZE
Minyak mentah WTI pada timeframe 1 jam menunjukkan pemulihan kuat setelah memantul dari demand zone di area 64,00 – 65,00. Pergerakan naik ini berhasil menembus struktur penting (break of structure) di sekitar 67,00, menandakan perubahan arah menjadi bullish dalam jangka pendek. Harga sempat mencapai puncak di kisaran 67,70 sebelum terkoreksi, dengan area Fibonacci 38,2% hingga 50% di rentang 66,20 – 66,60 kini menjadi zona reaksi utama. Selama harga bertahan di atas level golden ratio 65,90 dan garis tren naik, peluang kelanjutan kenaikan masih terbuka.
Di sisi lain, munculnya sinyal “weak high” di dekat resistance menunjukkan momentum mulai melambat sehingga potensi retracement lanjutan perlu diperhatikan. Jika harga mampu bertahan dan kembali menguat dari area support, target kenaikan berikutnya berada di kisaran 68,50 hingga 69,50. Namun, apabila tekanan jual meningkat dan menembus 65,90, maka risiko penurunan menuju support kuat di sekitar 64,80 kembali terbuka. Konfirmasi pergerakan harga di zona kunci tersebut menjadi penentu arah tren selanjutnya.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.