Harga minyak mentah WTI turun lebih dari dua persen ke kisaran $79 per barel pada Jumat (06/03), memangkas sebagian kenaikan yang terjadi pada sesi sebelumnya. Penurunan ini muncul setelah pemerintah Amerika Serikat memberi sinyal sedang mempertimbangkan berbagai langkah untuk menahan lonjakan harga energi di tengah konflik dengan Iran. Beberapa opsi yang dibahas antara lain pelepasan cadangan minyak strategis, pelonggaran aturan pencampuran bahan bakar, hingga kemungkinan keterlibatan Departemen Keuangan AS dalam perdagangan kontrak berjangka minyak.
Meski mengalami koreksi harian, harga minyak tetap mencatat lonjakan hampir dua puluh persen sepanjang pekan ini. Kenaikan tajam tersebut dipicu oleh meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang mengganggu arus distribusi energi global. Situasi semakin memanas setelah jalur penting pengiriman minyak melalui Selat Hormuz praktis terhenti, memicu kekhawatiran pasar terhadap pasokan energi dunia.
Ketegangan geopolitik juga meningkat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan keinginannya memiliki peran dalam menentukan pemimpin baru Iran. Di sisi lain, Israel terus melancarkan serangan udara ke Teheran. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi membantah kabar bahwa negaranya meminta gencatan senjata serta menegaskan belum ada rencana untuk membuka jalur negosiasi. Situasi ini membuat pasar energi global tetap berada dalam tekanan ketidakpastian tinggi.
OPINI ANALIS TRAZE
Pergerakan USOIL (WTI) pada grafik satu jam menunjukkan tren naik yang masih terjaga setelah harga berhasil menembus area break of structure di sekitar 77.10. Lonjakan tajam mendorong harga mendekati 80.00, sebelum akhirnya mengalami koreksi sehat dan bergerak konsolidasi di kisaran 78.30. Area ini menjadi support jangka pendek yang penting karena berada di atas level struktur sebelumnya, menandakan minat beli masih cukup kuat selama harga bertahan di atas zona tersebut.
Jika tekanan beli kembali meningkat, minyak berpotensi melanjutkan kenaikan menuju 79.85 sebagai target terdekat, dengan peluang ekspansi hingga 81.50 apabila momentum tetap solid. Sebaliknya, penurunan di bawah 77.10 dapat memicu koreksi lebih dalam menuju area 76.00 hingga 75.40, yang bertepatan dengan demand zone pada grafik. Oleh sebab itu, pergerakan harga di sekitar level kunci akan menjadi penentu arah selanjutnya bagi harga minyak dunia dalam jangka pendek.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.